Smart Object Layer Photoshop, Ini 5 Manfaat yang Harus Anda Ketahui!

Alasan Penggunaan Smart Object Layer di Photoshop - Desain Grafis. Jika Anda sering menggunakan PS untuk kebutuhan pengeditan foto maupun desain, maka kemungkinan pernah menggunakan atau setidaknya melihat fitur ini.

Kegunaan Smart Object Layer

Atau, jangan-jangan baru mengetahuinya? Ah, kemana saja Anda selama ini.

Untuk teman-teman pemula seperti saya, Anda bisa mengakses menu ini dengan cara yang sangat mudah. Silahkan klik kanan pada salah satu atau beberapa layer dan pilih opsi Convert to Smart Object. Seketika itu pula, maka tampilan thumbnail pada layer yang telah anda pilih sebelumnya akan terdapat tambahan ikon pada bagian bawah kiri.

Saya kira sejauh ini sudah paham ya?

Manfaat menggunakan Smart Object

Oh ya, sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa artikel ini hanyalah sebuah pengantar singkat mengenai topik yang sedang Anda baca ini. Jadi, bukan merupakan hasil observasi dan analisis yang mendalam. Melainkan, hanyalah sebuah pengalaman selama penulis menggunakan Photoshop sesuai dengan kebutuhan saya secara pribadi.

Dari pengalaman tersebutlah Admin akan menyampaikan kegunaannya yang juga bisa Anda peroleh. Dan, semoga apa yang akan di baca selanjutnya juga bisa bermanfaat.

Dari setiap proses yang telah saya lakukan, setidaknya akan ada 3 hal yang bisa Anda dapatkan. Silahkan dipahami secara seksama mengenai rincian dari benefittersebut di bawah ini.

1. Meminimalkan jumlah layer dalam suatu proses kreatif

Karena smart object bisa digunakan untuk lebih dari 1 layer atau menggabungkan beberapa layer menjadi satu. Maka, fitur ini sebenarnya akan sangat membantu proses editing atau pembuatan desain baru.

Dalam berbagai proses tersebut, terkadang jumlah layer yang tercipta bisa puluhan, bahkan ada yang sampai ratusan loh.

Kalau desainnya kompleks yang terdiri dari banyak objek/ikon dengan ukuran yang kecil, yakin mau menamai sendiri layer yang jumlahnya sangat banyak itu?

Rumit dan sangat merepotkan, bro!

Bagaimana jika ada layer yang telah digabungkan tadi, lalu ingin diubah misalnya pengaturan filter nya atau mungkin warna nya?

Tenang.

Bisa kok. Dan, akan dijelaskan juga pada sub-poin berikutnya.

2. Mudah dalam perubahan pengaturan yang telah diterapkan sebelumnya

Kemampuannya yang bisa menggabungkan beberapa gambar dengan berbagai efek di tiap layernya sangat memungkinkan kita untuk merubah jika Anda ingin melakukannya.

Sebagai contoh - Misalnya, sebelum digabung layernya, ada salah satu yang telah Anda berikan efek menggunakan filter blur, terus di kasih efek gradient overlay juga dan seterusnya.

Dan pada suatu waktu, Anda ingin mengubah nilai pengaturan pada setiap perubahan yang sudah dilakukan. Apakah bisa?

Tentunya, sangat bisa sekali pemirsa yang sangat saya cintai.

Sangat berbeda dengan opsi flatten image di Photoshop yang menggabungkan layer tanpa ada kemungkinan untuk bisa melakukan pengeditan pada langkah yang telah dilakukan. Proses kerja smart object sendiri saya bahasakan seolah merekam dan menyimpan history pada tiap-tiap layer yang ada dan dapat untuk diakses kembali tanpa harus melakukan undo (ctrl+z) yang secara default memang sangat terbatas.

Dan, Anda juga tidak perlu khawatir selama projek desain telah disimpan dengan format .PSD. Karena, proses perekaman dan penyimpanan history seperti yang telah saya sampaikan diatas tidak dibatasi oleh waktu.

Jadi gak perlu menyalakan laptop secara terus menerus hanya karena khawatir pekerjaan Anda belum selesai. Shut down aja dulu, lalu jalan-jalan kemana Anda suka.

3. Bisa menggunakan banyak filter dalam satu layer

Pada poin ini, Anda juga bisa menerapkan beberapa filter tanpa harus menggunakan smart object. Tapi, lagi-lagi memang tidak bisa mengedit filternya jika memang diperlukan.

Berbeda lagi jika memanfaatkan fitur yang sedang kita bicarakan ini. Selain itu, filter yang sama jika ingin digunakan pada beberapa layer, maka tinggal di copy paste saja pengaturannya. Caranya, silahkan klik kanan pada layer tersebut dan pilih opsi copy filters. Setelah itu, klik kanan lagi pada layer tujuan lalu paste-kan disana.

Masa Iya mau ngafalin value dari tiap-tiap filter. Sorry lahyau!

4. Mengurangi penggunaan kapasitas hardisk

Pasti sering kan menyimpan file Photoshop dalam format PSD? Dan, pasti ada atau bahkan banyak kan yang ukuran filenya membengkak?

Nah, karena jumlah layer pada projek Anda sudah di minimalkan seperti pada penjelasan poin pertama diatas, maka menurut saya hal ini juga berpengaruh pada kapasitas file. Sepertinya loh ya.

Coba saja bandingkan file yang sama dengan dan tanpa smart object, dan masing-masing di save dengan tipe PSD. Pada banyak kasus, penulis menemukan akan ada perbedaan ukuran file. Meskipun terkadang bedanya tidak begitu signifikan, namun masih patut untuk di coba. Bayangkan, jika PSDnya ratusan seperti yang ada di laptop saya.

Kan, lumayan.

Karena, banyak juga hasil editan dan desain saya yang 1 file saja bisa menghabiskan satuan Giga. Bagaimana dengan Anda?

5. Melakukan transformasi objek secara non-destruktif

Apa pula maksudnya ini!?
Hehehe.

Pada dasarnya, pengeditan secara non-destruktif adalah proses rekayasa pada gambar atau objek visual dengan mengurangi atau menambahkan baik sebagian maupun secara keseluruhan yang menghasilkan hal baru yang berbeda dengan gambar aslinya (tidak original lagi).

Itu definisi Admin sendiri ya. Mohon maklum kalau keliru.

Contoh sederhananya adalah dengan melakukan transformasi baik dalam bentuk rotasi (memutar gambar) dan lainnya, memperbesar dan mengurangi ukuran gambar, dan seterusnya.

Misalkan Anda ingin mengurangi ukuran gambar di Photoshop untuk blog agar menghemat disk space hosting anda dan agar loading postingan tersebut lebih cepat. Jika memperkecil ukurannya di PS tanpa merubah layernya terlebih dahulu ke smart object, maka sebenarnya pixel foto tersebut juga ikut berubah.

Tidak perlu heran nantinya jika Anda melihat hasilnya dan berkata dalam hati "kok gambarnya pecah, ya!?"

Karena cara seperti itu tidak menjaga originalitas gambar. Seperti itulah yang dinamakan destruktif (merusak).

Akan lain ceritanya jika menggunakan cara yg non-destruktif. Pasti sudah tahu kan cara seperti apa yang dimaksud?

Ini bukannya menganggap bahwa smart object itu sempurna ya. Bagaimana pun pasti ada kelemahannya. Terlebih ada beberapa opsi yang mengharuskan kita untuk merubah layernya ke bentuk selain itu (rasterized).

Hmmmm...
Apalagi ya kira-kira manfaat lainnya? Atau sudah siap untuk menggunakan smart object mulai saat ini?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

comments