Pengalaman Upload 1 Video Tutorial Photoshop di Youtube

Salah satu alasan saya membuat dan meng-upload 1 video tutorial Photoshop di YouTube adalah untuk melihat peluang berapa banyak video tersebut mampu mendatangkan penonton (viewer). Tentunya juga berkaitan dengan penghasilan (monetisasi) konten video online.

Ribuan tayangan video YouTube hanya dari 1 video

Mungkin saya tidak akan menyebutkan judul atau tutorialnya tentang apa. Yang jelas, video tersebut merupakan panduan dasar untuk membuat efek foto tertentu. Bahkan, efek foto yang bersangkutan sepertinya sudah sangat mainstream atau biasa saja dan saya yakin sudah dipublikasikan oleh banyak pengguna lainnya.

Awalnya saya berpikir bahwa karena banyaknya yang telah mengunggah panduan yang sama, maka peluang saya untuk mendapatkan viewers pun semakin kecil. Syukur-syukur kalau bisa mencapai seratusan penonton.

Konten video tersebut dalam judul berbahasa inggris. Begitu juga dengan deskripsi singkat dan tag-nya untuk keperluan optimasi.

Namun yang perlu digarisbawahi adalah, saya pribadi tidak melakukan riset kata kunci dan hal-hal ribet lainnya. Sebatas memberikan judul, deskripsi dan tag yang menurut saya relevan dengan video.

Setelah di upload, hingga saat ini tidak ada langkah optimasi tambahan. Sangat bisa dibilang sistemnya adalah set and forget. Buat, upload, dan biarkan ia berkembang sendiri.

Hingga tulisan ini diterbitkan, video tersebut telah mencapai 2.000-an lebih tayangan dan telah berumur 1 tahun lebih. Memang tidaklah begitu produktif mengingat waktunya yang sudah cukup lama. Namun saya memiliki keyakinan lain bahwa hal ini merupakan keberhasilan tersendiri karena melebihi target.

Dan yang lebih penting lagi adalah, jumlah video tersebut hanya ada 1 saja.

Saya kemudian sedikit berandai-andai. Bagaimana jika dalam setahun lebih ini, saya telah memiliki setidaknya 20 atau 30 video tutorial Photoshop dalam 1 akun yang sama? Tentunya untuk mendapatkan jumlah tayangan ribuan lainnya menjadi tidak mustahil lagi karena setidaknya, 1 penonton berpeluang untuk menonton video lainnya.

Memang terkadang 1 video yang berhasil mencapai target, video yang lainnya belum tentulah demikian. Namun, bagaimana kalau kita optimis saja?

Yang juga perlu ditekankan dalam pikiran kita adalah, penghasilan lewat jaringan periklanan Google Adsense baik untuk konten video maupun blog memang bukanlah sistem kaya semalam. Bahkan dalam hitungan beberapa bulan kedepan pun belum tentu bisa menembus ambang batas pembayaran minimal.

Ok. Ok. Memang hal itu tidaklah mustahil. Mungkin ada juga yang hanya modal 1 atau beberapa video dan sudah bisa payout bulan berikutnya. Tapi, kira-kira banyak gak ya YouTuber yang seperti itu?

Kalau memanglah sangat banyak dan mudah, saya kira tidak akan banyak yang nyepam di grup-grup jejaring sosial seperti Google Plus, Facebook dan lain sebagainya.

Share link video sana-sini yang grupnya sendiri sebenarnya sudah melarang untuk melakukan hal tersebut.

Apalagi aturan monetisasi saat ini sangatlah ketat. Dari harus minimal 4.000 jam tayangan, minimal subscriber sebanyak 1.000, dan sebagainya. Dan kadang, ketika syarat minimal telah terpenuhi, ada saja anggota di grup-grup yang menanyakan kenapa peninjauan akunnya belum atau lama baru diterima.

Hanya pihak YouTube yang bisa memastikan, sambil Anda tetap memperkaya informasi terkait aturan yang telah ditetapkan.

Kembali pada kasus 1 video yang admin upload sebelumnya. Bahwa membagikan video di akun sosial media juga tidak saya lakukan. Apalagi berkomentar di video orang lain dengan menyertakan link ke video tersebut. Tidak sama sekali dilakukan.

Padahal jika share ke akun fb saja mungkin sudah lumayan. Bahkan sepertinya tidak akan memakan waktu hingga setahun untuk mendapatkan seribu tayangan.

Dalam konten video tersebut pun tidak disertakan audio untuk membantu pengalaman menonton yang lebih menyenangkan. Apalagi menyertakan efek-efek tertentu. Tidak sama sekali. Namun begitulah penonton, kalau videonya sesuai dengan apa yang ia cari, apa yang menurutnya mampu memenuhi kebutuhan belajarnya, maka efek dan lain sebagainya tidak begitu dipedulikan.

Hal lainnya yang mungkin bisa dianggap sebagai optimasi adalah thumbnail video. Saya sendiri membuatnya secara khusus yaitu cukup dengan hasil akhir tutorial Photoshop. Anggapannya ya, biar videonya belum diputar, setidaknya sudah ada bayangan bagi penonton bahwa hasil akhir jika mengikuti tutorial video saya akan seperti apa.

Yang jelas, semuanya relevan. Apa yang dilihat, itu juga yang akan didapatkan. Tanpa mengurangi apalagi melebih-lebihkan informasi yang ada. Apa adanya.

Dan, saya rasa kita semua suka dengan yang namanya kejujuran.

Sebagai uraian singkat dari penjelasan diatas, apa yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
  1. Thumbnail video merupakan hasil akhir dari tutorial.
  2. Judul berhubungan dengan video, mengandung kata kunci yang ditarget dan jangan coba-coba menjebak.
  3. Isi deskripsi video baik secara singkat maupun panjang.
  4. Sertakan tag yang relevan untuk setiap video, jangan berlebihan.

Iya, cuma 4 langkah saja seperti diatas.

Meskipun hasilnya cukup lama, bagi saya wajar karena hanya dari 1 video tutorial photoshop saja. Coba kalau videonya banyak.

Pengguna yang lain mungkin memiliki langkah optimasi yang lebih luar biasa dan hasilnya bisa langsung dirasakan dalam waktu yang tidak lama. Silahkan saja bereksperimen.

Karena apa yang telah saya sampaikan diatas pastilah masih banyak kekurangannya.

Namun saya tetap akan menggunakan tahapan diatas dan mungkin beberapa fitur tambahan yang telah disediakan pihak YouTube terkait optimasi video.

Sekian pengalaman admin. Semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »