Membuat Postingan Tutorial Photoshop - 10 Hal Ini Penting Diketahui Oleh Blogger

Membuat postingan tutorial Photoshop itu memang sangatlah mudah. Terlebih jika Anda sudah pada tahap hasil akhir dari karya yang Anda tampilkan. Yah, meskipun sedikit repot sih.

Hal penting dalam membuat tutorial Photoshop di blog

Apalagi, bagaimanapun juga ada sedikit perbedaan dengan artikel sebagaimana biasanya. Terutama adanya penggunaan gambar yang cukup banyak dalam satu panduan.

Dan karena itulah muncul tulisan ini. Mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan dari awal hingga akhir, namun terlepas dari bagian teknis proses penulisan. Tapi kebanyakan hanya pada bagaimana mempersiapkan gambar-gambar tutorial di Photoshop hingga menyimpan dan memuatnya di editor blog.

1. Tools yang digunakan untuk menangkap tampilan layar (screenshot) di Windows

Sebelum melangkah ke persiapan di dalam Photoshop dan pengaturan blog, yang terlebih dahulu untuk diketahui adalah cara untuk melakukan screenshot.

Pada keyboard laptop, biasanya sudah disediakan tombolnya yang diberi nama PrtSc (Print Screen). Namun, menggunakannya adalah juga berarti Anda akan menangkap seluruh tampilan layar.

Jika Anda ingin melakukan screenshot pada bagian-bagian tertentu saja yang lebih spesifik, setidaknya ada 2 cara dan tool yang bisa membantu Anda untuk melakukannya.

By the way, saya menggunakan Windows 10. Entah ini akan bekerja di sistem operasi lainnya atau tidak, atau di versi sebelumnya, silahkan dicoba.

Yang pertama adalah menggunakan shortcut Windows + Shift + S. Tunggu beberapa saat dan setelah itu, Anda bisa langsung memilih (seleksi) pada bagian yang dibutuhkan.

Cara kedua adalah dengan menggunakan Snipping Tool. Silahkan ketikkan nama tool tersebut pada kolom pencarian aplikasi di Windows 10, kemudian klik untuk membukanya.

Kalau sudah terbuka, klik New untuk membuat screenshot baru.

Kesamaan antata cara kedua adalah, prosesnya sama-sama melakukan copy terhadap seleksi. Jadi, tinggal buka dokumen yang telah Anda buat di Photoshop, lalu Paste (Ctrl + V).

2. Duplikat layer background

Layer background memuat foto orisinal. Saya pribadi selalu membuat duplikatnya karena pada banyak kesempatan, beberapa pembuatan efek foto merupakan hasil tumpang-tindih layer gambar untuk mendapatkan efek tertentu yang masing-masing terkadang sudah diaplikasikan beberapa filter.

Misalnya pada cara membuat efek foto HDR di Photoshop.

Namanya juga original, jadi akan lebih baik untuk tetap dipertahankan sebagaimana adanya tanpa bekerja secara langsung di layer tersebut.

3. Simpan file karya Anda dalam format PSD terlebih dahulu

Saat sedang bekerja, terkadang baik laptop maupun Photoshop-nya mengalami error seperti not responding. Untuk mengantisipasi hal ini terjadi, file projek yang baru akan dikerjakan mending di simpan terlebih dahulu dalam format PSD.

Caranya yaitu dengan menekan Shift + Ctrl + S atau melalui menu File > Save As. Pastikan bahwa file type-nya adalah .psd.

Setelah itu, pada beberapa tahapan kerja kedepannya, selalu ingat untuk melakukan Save juga pada pekerjaan Anda tersebut.

Memang Anda akan sedikit kerepotan (padahal sebenarnya tidak juga sih). Namun lebih baik seperti itu daripada kita kehilangan file kerja yang susah payah dibuat.

Saat error berlangsung dan membuka kembali aplikasinya, terkadang projek yang belum disimpan ini masih bisa dikembalikan karena memiliki fitur recovery secara otomatis. Tapi hasil yang dikembalikan ini terkadang tidak pada tahap akhir yang telah Anda kerjakan. Terkadang juga tidak bisa dipulihkan atau dimunculkan kembali.

Jadi, simpan sejak awal dan ulangi prosesnya berulang-ulang agar lebih aman. Nanti juga Anda akan terbiasa dengan hal ini.

Setelah semuanya selesai, baru kemudian disimpan ke format gambar jpg, jpeg, gif, maupun png.

4. Tampilkan gambar yang akan disimpan secara 100%

Jadi gini. Kalau menggunakan zoom, kan tampilan gambar berubah-ubah besar kecilnya. Dan Anda bisa melihat besaran persentase tampilannya pada status bar yang berada di bagian panel terbawah Photoshop.

Sebelum menyimpannya kedalam format gambar, baiknya di status bar tersebut diubah dulu menjadi 100%.

Dengan tampilan yang demikian, Anda tidak perlu ragu lagi mengenai bagaimana gambar tersebut akan ditampilkan di blog. Apakah akan nge-blur atau terlalu tajam dan sebagainya.

Apa yang Anda lihat pada status persentase tersebut, juga sama dengan yang akan dilihat oleh pembaca blog Anda. Terutama jika Anda ingin menampilkan foto yang ukurannya di blogspot itu dengan memilih Original (ukuran aslinya).

5. Manfaatkan Smart Object Layer

Sudah tahu apa saja manfaat menggunakan Smart Object Layer di Photoshop?

Hal terpenting penggunaan jenis layer ini adalah kita diberi kebebasan untuk selalu bisa merubah pengaturan efek (misalnya filter) atau mengembalikan tampilan layer gambar pada kondisi awal tanpa harus melakukan undo (Ctrl + Z) berkali-kali.

Inilah kenapa sering disebut melakukan pengeditan secara non-destruktif.

Pada pembuatan gambar tutorial, terkadang juga kita merubah ukuran gambar. Entah menjadi lebih kecil atau sebaliknya. Dengan smart object, maka kualitas gambar yang ditransformasi tersebut tetap terjaga.

Jadi tidak perlu khawatir bahwa nantinya gambar akan "pecah."

6. Sesuaikan ukuran gambar

Kalau menggunakan template blogspot lama, biasanya hal ini akan sangat terasa sekali terutama pada lebar tampilan. Katakanlah saya memasukkan gambar pada artikel dengan lebar (width) sebesar 1.000 pixels. Biasanya sih tampilannya akan melebar kemana-mana melebihi ukuran area postingan. Dan syukurlah pada template terbarunya hal ini tidak terjadi lagi karena akan secara otomatis disesuaikan dengan lebar area postingan tersebut.

Namun, lebih baik untuk tetap merubah ukuran foto di Photoshop agar gambar pun memiliki kapasitas yang semakin berkurang sehingga waktu memuat (loading) artikel menjadi lebih cepat.

Selain itu, juga bisa membantu untuk menghemat kapasitas hosting blog yang Anda gunakan.

7. Ubah nama file gambar

Untuk keperluan optimasi mesin pencari dari gambar yang Anda sertakan dalam tutorial, baiknya menggunakan nama file yang Anda tentukan sendiri dan dapat merepresentasikan isi dari gambar tersebut. Bahkan hingga kata kunci yang ditargetkan untuk memanfaatkan penelusuran gambar. Hal ini dilakukan karena mesin pencari seperti Google belum mampu mengenali apa yang Anda tampilkan dari gambar tersebut.

Misalnya fotonya adalah tentang hasil akhir tutorial cara membuat gambar gif di Photoshop. Maka nama file dan format penulisannya adalah membuat-gambar-gif-di-photoshop.

Blogger atau pemilik situs lainnya, dalam satu artikel yang memiliki banyak gambar terkadang hanya memasukkan kata kunci yang ditarget kemudian diakhiri dengan penomoran tertentu.

Misalnya menjadi:
membuat-gif-di-photoshop-1
membuat-gif-di-photoshop-2, dan seterusnya.

Namun berbicara mengenai tutorial photoshop dan sebagainya, saya cenderung menggunakan nama file yang sesuai dengan apa yang ditampilkan. Misalnya gambarnya adalah tentang pengaturan filter gaussian blur, maka nama filenya menjadi; pengaturan-gaussian-blur.

Silahkan cari referensi lebih lanjut mengenai ini karena saya pribadi tidak begitu tahu mengenai SEO (Optimasi Mesin Pencari). Dan hanya menerapkan yang sederhana atau dasar saja di blog ini.

8. Sertakan dengan atribut gambar

Karena blog ini dibangun dengan menggunakan blogspot yang telah di custom domain, maka saya hanya akan berbicara mengenai atribut gambar pada blogger saja. Pengetahuan tentang CMS lain serupa Wordpress pun masih bisa dibilang sedikit sekali.

Setelah sebelumnya membahas nama file, maka pada poin ini akan membahas atribut gambarnya yang terkait 2 hal. Yaitu title text dan dan alt text.

Kedua atribut tersebut dapat ditampilkan dengan cara melakukan klik (pilih) pada salah satu gambar, lalu pada menu yang tersedia, klik Properties.

Title text (teks judul) biasanya saya isi sama dengan nama file namun tanpa adanya tanda "-" sebagai pengganti spasi. Ketika kursor mouse diarahkan ke gambar yang memiliki title text, maka teks tersebut akan secara otomatis dimunculkan.

Hal yang sama juga terjadi jika gambar tidak bisa dimuat karena jaringan internet lambat atau karena pengguna browser mengatur agar browsernya tidak menampilkan gambar. Maka yang akan dimunculkan adalah ikon gambar beserta teks judulnya.

Sedangkan alt text (alternative text) merujuk pada teks alternatif dari judul teks. Jadi bisa dimasukkan sinonimnya ataupun disamakan dengan judul teks. Mengenai bagaimana saya melakukannya, silahkan buka tutorial yang ada diblog ini lalu tekan Ctrl + U untuk melihat source code-nya.

9. Sertakan informasi tambahan lain

Pada saat menulis dan mempublikasikan tutorial pada blog ini, dalam panduannya terkadang tidak sekedar menekankan pada langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan. Namun juga sesekali memberikan penjelasan mengenai kenapa harus menggunakan langkah tersebut bukan yang lainnya.

Hal ini dilakukan karena menurut saya, setidaknya akan ada 2 manfaatnya. Pertama adalah memberikan informasi tambahan kepada pembaca dan yang kedua adalah, tutorial tersebut akan kaya akan teks didalamnya. Jadi tidak sekedar berbasa-basi saja.

Itu menurut saya saja yang masih belum banyak pengetahuan ini. Apalagi telah banyak blogger lainnya yang menyarankan untuk memiliki jumlah kata bahkan hingga seribu-an dalam satu artikel dengan dalih eksperimen yang telah mereka lakukan.

Silahkan maunya seperti apa.

10. Menulislah sesuai kemampuan dan keinginan Anda untuk berekspresi secara bebas

Keseluruhan poin-poin diatas bisa Anda ikuti semuanya, beberapa saja atau bahkan diabaikan sama sekali. Terserah Anda.

Yang jelas, apa yang disampaikan diatas kebanyakan bahkan seluruhnya telah diaplikasikan di blog ini. Baik pada kebanyakan kontennya maupun tidak.

Silahkan saja dicek.

Toh tulisan ini bukanlah paksaan kepada Anda untuk diikuti. Hanya sebatas rekomendasi saja. Diikuti ya silahkan, tidak juga terserah Anda.

Yang saya tahu pasti. Saya cukup optimis bahwa Anda pun memiliki kemampuan sendiri tanpa harus adanya paksaan motede penulisan postingan dari pihak lain. Terutama saya sendiri.

Jadi silahkan berekspresi sesuai dengan apa yang akan menyenangkan Anda. Sesuai dengan kebutuhan penyampaian informasi yang Anda inginkan.

Jangan memaksakan diri harus seperti yang ditulis oleh oran lain.

Dari semua kekurangan yang disampaikan dalam postingan ini, jika Anda menemukan salah satunya, saya meminta Anda untuk menginformasikannya lewat komentar.  Apalagi jika ada yang keliru. Dan jika memang bermanfaat, silahkan disebarkan.

Terima kasih dan semoga bisa bermanfaat untuk membantu Anda dalam mempersiapkan postingan tutorial Photoshop, desain grafis, maupun panduan praktis perangkat lunak lainnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »