7 Hal Penting yang Saya Pelajari Dari Fotografi

Dunia fotografi membuka banyak hal yang tak terduga sebelumnya. Awalnya, kita mungkin tertarik untuk mempeljarinya agar dapat menghasilkan foto terbaik hasil kita sendiri. Beberapa yang lainnya tertarik menjadikannya sebagai sebuah karir yang menunjang penghasilan.

Namun apapun yang menjadi alasan ketertarikannya, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari fotografi.

Jika fotografi merupakan hal baru bagi kamu, awalnya mungkin akan terlihat begitu menarik. Namun lebih jauh dari itu ketika mempelajarinya, tentu bidang ini juga menyajikan berbagai hal rumit dan cukup menantang.

Namanya juga hal baru, tentu dalam menguasainya terutama dalam penguasaan kamera dan juga teknik fotografi membutuhkan waktu. Meskipun, harus diakui pula bahwa mungkin ada diantara kita yang berharap akan adanya jalan pintas dalam menguasainya.

Tidak jarang, ada yang menganggap bahwa dengan membeli kamera keluaran terbaru dan canggih yang mahalnya minta ampun, serta mengetahui beberapa trik pengeditan foto, maka karya yang akan dihasilkannya pun bisa berupa foto yang secara instan sangat luar biasa.

Saya pun awalnya berharap demikian.

Namun sayangnya, hal seperti itu sepertinya belum ada atau memang tidak ada sama sekali. Karena itu, bermunculanlah berbagai jurusan, kursus maupun pelatihan. Karena tidak ada jalan pintas bagi banyak hal.

Tapi bukan berarti bahwa fotografi itu tidak mudah. Tidak sama sekali.

Ini yang saya pelajari dari fotografi


Meskipun bukanlah seorang fotografer profesional, bahkan cenderung hanya sebagai seseorang yang tertarik terhadap fotografi, perjalanan yang baru sebentar di bidang ini memberikan saya banyak pelajaran. Dan kamu pun mungkin merasakan atau mengalami hal yang sama.

Bahkan mungkin beberapa pengalaman ini bisa kamu jadikan tips dalam mengasah kemampuan memotretmu di masa yang akan datang. Yang jelas, saya masih memegang teguhnya pada banyak kesempatan.

1. Banyak hal yang harus dipelajari. Karena itu, lakukanlah satu per satu

Belajar satu per satu mengenai fotografi

Tidak banyak yang bisa menjadi seorang fotografer hanya dalam waktu beberapa bulan saja meskipun mungkin hal itu memungkinkan.

Selayaknya sebagai sebuah ilmu yang bisa secara langsung dipraktekkan ketika alat penunjangnya ada, maka fotografi juga membutuhkan waktu.

Satu hal yang saya pelajari terkadang membutuhkan banyak jepretan. Bahkan mungkin ratusan dan ribuan untuk mengetahui teknik dan pengaturan yang tepat. Belum lagi, adanya perbedaan waktu bisa begitu mempengaruhi pengaturan kamera kita sendiri.

Misalnya memotret objek yang sama dengan sudut yang sama pula antara pagi hari dan juga malam hari. Tentu pengaturannya akan berbeda.

2. Memotret dengan mode manual itu penting

Pentingnya menggunakan kamera dengan mode manual

Jika semua orang hanya mengandalkan mode otomatis pada pengaturan kameranya, maka fotografi mungkin saja akan menjadi bidang yang sangat mudah untuk dikuasai.

Saya terkadang berpikir bahwa fotografer terkenal dunia sekalipun mungkin memiliki pemahaman yang mendalam terhadap semua pengaturan kamera yang bisa dikendalikan secara manual.

Dengan memotret menggunakan mode manual, kesempatan kita untuk lebih secara mendalam mempelajari fotografi dan juga penguasaan kamera menjadi lebih besar. Kita akan mempelajari mengenai segitiga exposure, apperture dan shutter speed, dan masih banyak hal lainnya yang tidak bisa dikendalikan ketika menggunakan mode otomatis.

3. Tidak perlu kamera yang mahal, kamera hp pun bisa kamu manfaatkan untuk belajar


Hal paling mendasar dalam fotografi adalah kamera sebagai alat utama untuk berkarya. Namun, kita kerap membatasi diri dengan menganggap bahwa hanya dengan kamera DSLR, SLR dan lain sebagainya yang canggih saja yang mampu menghasilkan karya terbaik.

Disisi lain, kita memiliki smartphone yang juga didukung untuk menghasilkan karya. Meskipun dengan berbagai keterbatasan dibanding dengan kamera pro, setidaknya fungsi dasarnya untuk mengabadikan momen yang berharga juga tersedia.

Rekomendasi: 10 Tips Fotografi Menggunakan Kamera HP

Selain itu, pada banyak kesempatan kita tidak selalu bisa membawa kamera yang canggih seperti Nikon dan Canon karena volumenya yang cukup besar. Katakanlah pada acara pernikahan. Tentu hp akan menjadi alternatif utama bagi banyak orang. Bahkan fotografer sekalipun.

4. Mau tidak mau, harus mempelajari tentang pencahayaan


Cahaya sebagai elemen utama fotografi
Bahkan fotografi secara bahasa dimaknai sebagai cara untuk melukis dengan cahaya. Karena keberadaannya yang begitu penting, maka sulit untuk tidak mempelajari mengenai pencahayaan.

Semua benda memiliki warna, namun ketika cahaya tidak menerpanya, maka berbagai warna tersebut tidak akan tampak yang mengakibatkan objek pun tidak terlihat. Bahkan dalam pengaturan kamera semua berkontribusi untuk memiliki sensitivitas terhadap cahaya yang diterjemahkan dalam bentuk foto kemudian.

Kamu akan mulai mempelajari mengenai apa itu ISO kamera, shutter speed dan sebagainya.

5. Fokus untuk menghasilkan gambar terbaik melalui kamera sebelum memikirkan bagaimana cara dan proses pengeditannya


Semakin baik hasil foto yang kamu ciptakan, maka akan semakin berkurang proses yang harus kamu lewati dalam pengeditan nantinya jika memang itu diperlukan.

Mulai pikirkan mengenai sudut pengambilan gambar, komposisinya, sumber cahaya yang akan digunakan serta berbagai pengaturan pada kamera. Selain akan melatih kemampuan memotret, penggunaan software lainnya bisa jadi tidak lagi diperlukan.

Saya tidak mengatakan bahwa tidak dibutuhkan adanya Photoshop atau Adobe Lightroom, namun jika foto yang kamu hasilkan bukan untuk projek pekerjaan, kenapa harus sibuk mengedit jika memang tidak dibutuhkan?

6. Semua foto yang dihasilkan adalah sebuah seni


Kita kerap membanding-bandingkan antara foto yang terbaik dengan yang tidak dari apa yang kita hasilkan. Sementara setiap foto memiliki cerita dan pengaturannya sendiri.

Memang akan ada satu atau beberapa foto yang kemudian berakhir dengan keputusan untuk dihapus dari memory card atau hardisk, namun, kita tidak harus memegang teguh bahwa setiap jepretan yang kita lakukan haruslah bernilai seni tinggi.

Yang saya yakini, bahkan fotografer profesional sekalipun menghasilkan foto yang menurut mereka buruk sebelum benar-benar menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

7. Jangan hanya menikmati hasil, namun juga prosesnya


Fotografi bisa diibaratkan sebagai sebuah perjalanan yang tidak berakhir. Kita tidak tahu sampai batas mana kemampuannya bisa membawa kita untuk tetap mempelajarinya. Karena itu, nikmatilah proses panjang ini.

Selama kamu berproses dengan mempelajari dan juga menghasilkan karya, maka tidak akan pernah benar-benar bisa sampai pada poin dimana kamu bisa mengetahui segala tentangnya atau tidak ada lagi hal yang bisa ditingkatkan.

Tiada akhir selain akhir hidup kita sendiri. Selayaknya juga bidang pengetahuan lainnya. Maka, hargailah setiap proses yang kamu jalani.

Masih banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari proses mempelajari dan mempraktekkan fotografi. Mungkin karena saya yang belum begitu berpengalaman, maka hanya 7 poin diatas yang baru bisa disajikan. Dan semoga bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »