Error 404 pada Desain Template Blogger Premium dan Cara Mengatasinya

Sesaat setelah memutuskan membuat blog baru, saya biasanya menjadi ribet sendiri untuk urusan gonta-ganti tampilan. Karena itu, jika dana mencukupi, terkadang tidak butuh waktu lama hingga akhirnya memutuskan saja untuk membeli template blogger premium. Biar ngutak-atiknya bisa lebih cepat.

Toh, hasil dari beberapa kali membeli template, selain puas dengan tampilan yang ada, juga bisa menghemat waktu dalam mengeditnya.

Hal ini tidak terlepas dari para kreatornya yang juga telah menyiapkan dokumen tambahan terkait saat template premium berhasil dikirim via email. Juga dukungan yang telah dipublikasikan lewat blognya masing-masing dalam bentuk panduan atau tutorial. Belum lagi, bisa juga dengan menanyakannya langsung via email jika ada kendala yang ditemui.

Hambatannya sih biasanya ditemui oleh blogger baru seperti admin yang juga sangat tidak paham mengenai bahasa pemrograman (kode-kode) terkait desain web.

Nah, setelah berhasil memasang template blogger premium tersebut, biasanya saya pribadi menemukan beberapa error (kesalahan). Dan error tersebut justru bersumber dari template premium itu sendiri yang biasanya berjenis (respone code) adalah error 404.

Dan bagi yang belum paham bagaimana mengatasinya, maka dalam postingan ini akan saya informasikan caranya. Sebenarnya mudah meskipun hingga saat ini sifatnya tidaklah permanen atau error tersebut akan kembali lagi muncul dalam kurun waktu tertentu.

Saya sendiri kadang berpikir, apakah pembuat template seperti ini khususnya yang berbasis platform blogger (baik blogspot maupun yang sudah custom domain) tidak mengetesnya terlebih dahulu sebelum memasarkannya?!

Ataukah memang ini menjadi hal yang wajar sebagaimana template premium lainnya dengan platform yang sama?! Tentunya ini tetap menjadi kebingungan tersendiri bagi saya hingga saat ini.

Namun saya maklum sajalah, karena jika kecewa pun tetap tidak akan ada perubahan yang akan terjadi.

Cara mengatasi error 404 pada template blogger


Salah satu error yang kerap saya dapatkan terkait template premium yang juga digunakan pada blog ini bertipe error 404. Dan sumbernya bukan karena ada link yang sebelumnya saya hapus karena dengan melihat link-link error tersebut, bukanlah dari yang sebelumnya saya buat baik berupa postingan artikel, label, maupun halaman menu dan sebagainya. Melainkan sesuatu yang bagi saya asing. Jadi murni bukan kesalahan dari pengelola blog, melainkan (sepertinya) kekurang-telitian dari pembuatnya. Sepertinya loh ya.

Berikut screenshot tampilan yang pernah dan sudah beberapa kali muncul ketika mengakses Google Search Console pada fitur Crawl pilih opsi Crawl Errors.

Link error blog 404

Untuk mengatasi error yang berjenis 404 seperti diatas, caranya adalah dengan membuka satu per satu kesalahan yang ada kemudian meng-copy link error nya.

Link error 404 dicopy URL-nya

Setelah itu, langsung menuju pada fitur Google Index >Remove URLs yang pada bagian sebelah kanan terdapat pilihan yang akan Anda pilih yaitu opsi Temporarily Hide. Pada kotak dialog yang muncul, silahkan langsung paste link yang telah dicopy sebelumnya lalu klik Continue > Submit Request.

Menghapus link error 404 di Remove URLs

Pastikan juga bahwa pada menu terakhir, Anda memilih opsi Temporarily hide page from search results and remove from cache atau Sembunyikan halaman dari hasil penelusuran dan hapus dari cache untuk sementara.

Cara menghapus link error 404

Setelah itu, kembali pada fitur Crawl Errors sebelumnya lalu pilih masing-masing link yang telah disembunyikan dan dihapus barusan kemudian klik Mark as fixed (Tandai Sebagai Telah Diperbaiki). Ikuti petunjuk selanjutnya dan berakhir pula lah langkah-langkah penting dalam mengatasi kesalahan yang ada.

Tandai error 404 telah diperbaiki di Search Console

Oh ya...

Karena sepertinya ini bukan kesalahan yang Anda lakukan, jadi baiknya juga menanyakan langsung permasalahan terkait ke pemilik atau penjual template blogger premiumnya. Karena solusi diatas hanyalah bersifat sementara. Barangkali dengan menghubungi mereka, maka kesalahan tersebut tidak akan muncul kembali pada Google Search Console.

Pengalaman ini juga bisa Anda jadikan sebagai pertimbangan manakala berniat membeli template blogger premium kedepannya, siapa tahu bisa mendapatkan respon seperti yang Anda butuhkan.

Atau sebelum membeli, baiknya mencari tahu dulu sebelumnya mengenai kesalahan-kesalahan terkait termasuk mengenai topik yang sedang Anda baca saat ini. Karena saya sendiri langsung percaya saja hingga melewati langkah yang saya rekomendasikan diatas. Namanya juga pemula yang belum berpengalaman dan kurang pengetahuan, jadi mohon dimaklumi.

Meskipun cara mengatasi error 404 diatas sangatlah mudah, namun tetap saja harus meluangkan beberapa menit untuk menyelesaikannya. Dan pada kenyataannya, terkadang saya sendiri tidak sering memeriksanya di Google Search Console. Bagaimana dengan Anda?

Padahal, sekecil apapun nilai kesalahan pada blog, bisa saja memiliki pengaruh terhadap "kesehatan" blog itu sendiri. Apalagi jika sudah berbicara mengenai persaingan di mesin pencari. Tentunya yah harus sering-sering "diobati."

Betul?

Baca juga: 5 Manfaat Memiliki Blog Bagi Seorang Desainer Grafis

Eh tapi, nih. Kalau error 404 di blog tidak ingin dihapus juga terserah. Bagi saya tidak begitu pengaruh hingga saat ini meskipun (terutama) praktisi SEO menyarankannya. Hal ini didasari oleh pengalaman projek teman saya sendiri yang mengoptimasi salah satu situs yang errornya bisa sampai (kalau tidak salah ingat) 12 ribuan error.

Lucunya adalah, kata kunci yang ditargetkan masih aman-aman saja tuh di halaman 1 Google. Bahkan seolah tidak berpengaruh sama sekali belasan ribu error tersebut. Dan itu terdapat hanya pada 1 situs saja.

Jadi bagi saya ya, opsional. Anda boleh menghapusnya, kalaupun tidak juga, silahkan untuk bereksperimen.

Jika artikel ini bermanfaat, sudi kiranya untuk di share. Terima kasih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »