7 Mitos Tentang Desain Logo Perusahaan yang Masih Kamu Percaya

Gak enak ya judulnya? Seolah apa yang kamu ketahui bahkan percayai selama ini mengenai desain logo perusahaan itu keliru. Ini pakai kata mitos segala. Sebenarnya sih, konotasinya tidak perlu se-negatif itu. Apalagi jika berbicara mengenai dunia desain grafis, dimana ilmu dan penerapannya pun sangat dinamis.

Namun sebelum lebih jauh berbicara mengenai mitos dalam desain logo perusahaan ini, saya ingin menyampaikan hal penting. Yaitu kamu perlu memahami bahwa logo itu akan sangat berarti jika itu tampil secara sederhana.

Desain logo perusahaan

Logo yang sederhana ini pun sebenarnya tidak sesederhana tampilannya. Bisa saja itu rumit namun mudah dikenali oleh masyarakat luas. Bisa juga secara harfiah sederhana dimana bahkan siapapun bisa dengan mudah mengingat dan menggambarkannya secara manual.

Mitos tentang desain logo yang masih kamu percaya


Bisa habis waktu sebenarnya mengartikan kata sederhana ini dalam aplikasinya pada sebuah hasil desain yaitu logo. Tapi setidaknya 2 petunjuk diatas yang saya pahami untuk menafsirkannya agar lebih mudah dipahami.

Tapi lagi-lagi, karena bidang ini merupakan salah satu yang sangat dinamis, maka penafsiran antara yang satu dan yang lainnya bisa saja tidak sama. Meskipun di kalangan profesional sekalipun.

Meskipun ilmu dan teknik pembuatan logo ini sangat beragam, namun standar untuk sebuah logo itu sendiri bisa dianggap tidak ada sama sekali. Walaupun juga saya akui bahwa pada dasarnya, unsur-unsur yang diusungnya adalah bagian dari ilmu desain grafis secara umum.

Karena sifat dinamis dan fleksibilitas yang dimilikinya, maka kedua hal itu merupakan pintu bagi ide-ide baru bermunculan sehingga seorang desainer logo atau desainer grafis bisa lebih leluasa mengeksplorasi desain yang sedang dikerjakannya.

Sebuah logo yang bagus dengan menerapkan berbagai teknik mutakhir dalam pengerjaannya, belum tentu bahwa apa yang dihasilkan tersebut memiliki kesan yang sama di mata orang lain. Apalagi jika berhadapan dengan pemilik bisnis. Bisa jadi kamu harus menanggalkan pengetahuan yang kamu ketahui selama ini karena apa yang dimintanya mungkin berbeda dengan apa yang kamu yakini selama ini.

Mau tidak mau, kamu pun harus bisa menyediakan jalan tengah untuk menyelesaikan permasalahan antara keinginan klien dengan diri kamu sendiri.

Salah satu cara yang bisa dilakukan menurut saya adalah dengan mengetahui mitos-mitos yang ada mengenai desain logo itu sendiri. Bisa jadi, hal ini akan semakin membuka pikiran kamu untuk kemudian lebih leluasa berhadapan dengan klien yang kamu targetkan atau yang menggunakan jasa kamu.

1. Sebuah logo harus mampu mewakili apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaan


Jika poin pertama ini masih kamu jadikan pakem atau standar dalam membuat logo terutama bagi pemilik bisnis, maka siap-siaplah untuk sakit kepala karena banyak hal yang harus kamu ketahui mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Sebenarnya tidak keliru, namun kita akhirnya membatasi diri dan bahkan merepotkan diri kita sendiri.

Coba perhatikan logo Apple yang begitu sederhana atau logo Starbucks yang sebenarnya terlalu banyak memiliki elemen didalamnya. Apakah apel yang bagian kanannya hilang seolah digigit mewakili bagaimana perusahaan Apple bekerja? Dan juga seorang wanita bermahkota dengan dikelilingi bintang dengan nama perusahaannya pada bagian atas dan bawah mewakili apa yang dilakukan oleh Starbucks?

Mungkin sayanya yang masih kurang pengetahuan. Tapi saya yakin bahwa banyak perusahaan dunia hingga hari ini yang membeli sebuah logo atau bahkan menggambarnya sendiri, lalu ketika menyukainya, barulah kemudian dicocokkan dengan apa yang mereka lakukan atau yakini.

Tanpa bermaksud merendahkan, tapi anggapan bahwa "yang penting logonya "sreg" dulu, filosofinya belakangan," itu nyata adanya. Dan bisa saja hal itu justru yang berhasil.

2. Desain logo itu penting untuk menampilkan simbol


Buktinya logo Apple yang saya contohkan diatas tidak menyimbolkan apapun. Bahkan logonya pun adalah sebiji buah. Tidak ada satupun simbol yang merepresentasikan suatu teknologi yang canggih.

Karena simbol bukanlah sebuah kewajiban dalam suatu desain meskipun keberadaannya pun bisa sangat dibutuhkan pada hal lainnya.

Bahkan logo dengan hanya menuliskan nama perusahaan dengan gaya tertentu sudah banyak yang memilikinya dan juga terkenal. Misalnya Coca-Cola. Tidak ada simbol disana mengenai minuman berkarbonasi dan sebagainya. Hanya nama yang dibalut dalam desain yang unik.

Begitu juga Google yang hanya memberi warna-warni pada masing-masing huruf dari nama perusahaannya.

Jadi kalau idenya lagi "mentok," coba saja hanya dengan membuat logo dari nama perusahaan klien kamu dengan berbagai penerapan gaya yang bisa kamu tingkatkan.

3. Harus merepresentasikan atau mengikuti standar industri perusahaan yang dijalankan


Maksud saya begini. Industri seperti perhotelan, real estate dan berbagai jenis bangunan lainnya, biasanya memiliki logo yang sebenarnya sangat banyak memiliki kemiripan. Atau misalnya pengembang kawasan perumahan. Biasanya logo yang diusungnya tidak akan jauh-jauh dari gambar rumah, atap, helm proyek, pohon, bukit, atau bahkan tukang (pekerja pembangunan rumah) sekalipun.

Iya, kan?

Seolah standar logo bagi industri bangunan tersebut itu-itu saja. Bahkan seolah wajib. Lagi-lagi, hal itu memang tidak salah. Tidak sama sekali.

Tapi jika ada yang bertanya bahwa perlukah untuk selalu memiliki logo yang seperti demikian? Maka seharusnya jawabannya adalah tidak!


4. Logo yang terlihat luar biasa akan membantu meningkatkan penjualan


Berarti gak perlu divisi Marketing, gitu ya?

Jika ada seorang desainer logo yang mengatakan bahwa logo yang akan dibuatnya akan mampu meningkatkan penjualan produk atau pengguna layanan bisnismu, sungguh ia telah pandai berbohong.

Logo yang terlihat luar biasa memang seolah diperlukan oleh bisnis dan bahkan organisasi manapun. Namun ia bukanlah yang utama. Apalagi jika bisa mempengaruhi calon pelanggan. Bohong banget!

Selama logo perusahaanmu tidak merepresentasikan sebuah hal yang negatif atau mungkin tabu di kalangan masyarakat, maka kamu akan baik-baik saja dan perusahaanmu masih tetap bisa melakukan penjualan sebanyak yang kamu inginkan.

Selama kamu melakukan branding yang tepat, teknik promosi dan pemasaran serta penjualan yang juga tepat, rejeki tidak akan kemana. Gak usah jauh-jauh berbicara perusahaan, bahkan penjual toko yang tidak memiliki logo pun bisa sukses meraih jutaan hingga puluhan juta atau bahkan ratusan juta dalam sehari.

5. Pelanggan akan semakin menyukai perusahaan Anda jika logonya pun bagus


Sepertinya, klaim seperti itu sangat tidak ada relevansinya sama sekali baik untuk perusahaan maupun produk yang kamu jual.

Pada banyak kesempatan, memiliki logo yang bagus dan juga keren memang diperlukan. Tapi pelanggan tidak akan peduli dengan itu semua. Mereka hanya peduli terhadap produk atau jasa dan layanan yang perusahaan berikan.

Logo seburuk apapun, jika perusahaan memiliki produk dan layanan terbaik, tetap akan membawa kesuksesan pada bisnis. Bahkan dengan senang hati akan mencintai brand yang susah payah kamu bangun karena telah mendapatkan manfaat dari apa yang bisnis kamu hadirkan.

6. Mendesain sebuah logo itu mudah!


Kalau mudah ngapain susah-susah kuliah, tong? Kenapa juga harus ikut berbagai kursus dan pelatihan?

Semua hal butuh usaha dan juga pengetahuan. Supaya hasilnya pun tidak asal-asalan. Kalaupun membuat logo itu mudah, berarti kamu tidak harus menyuruh orang lain melakukannya. Apalagi tidak ngasih biaya buat beli kopi. Hadeeeeh.

Rekomendasi: Mau Buat Blog Desain Grafis? Ini yang Anda Butuhkan

Maunya kok gratisan.

Semakin rumit sebuah logo, waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan pun semakin banyak. Bahkan untuk yang terlihat sederhana sekalipun. Karena proses untuk menyederhanakan sebuah logo juga butuh kreativitas dan pengetahuan.

Kalau mau yang mudah dan juga cepat, siap-siap saja logo perusahaan kamu nantinya akan sama atau terlihat mirip dengan yang sudah ada. Mau gitu kalau logo bisnis kamu dibilang nyontek?

7. Tidak perlu menggunakan jasa desainer logo profesional atau bahkan agensi sekalipun


Ini terserah kamu saja, deh! Apakah kamu akan menggunakan jasa desain profesional atau tidak, silahkan dipertimbangkan. Tapi jika bisa, sebenarnya saya justru akan merekomendasikan hal tersebut.

Perusahaan-perusahaan internasional yang kamu ketahui nama-namanya tentu akan menganggap bahwa poin ini adalah pemikiran yang keliru, bahkan salah. Karena semakin besar perusahaan yang kamu miliki, bukankah justru harus semakin profesional dalam menjalankannya? Termasuk dalam pembuatan logonya.

Tidak mengherankan bahwa banyak diantara perusahaan-perusahaan yang ada bisa berkali-kali merubah logo perusahaan dalam rentang waktu tertentu.

Jadi kalau kamu tetap tidak mau menggunakan jasa para profesional, siap-siap saja dengan hasil yang juga tidak profesional. Itu saja!

Memang sih sudah banyak situs untuk membuat desain logo online. Namun jika kamu belum begitu paham, serahkan saja pada ahlinya.

Satu hal lagi yang juga perlu kamu ketahui adalah, tidak semua logo yang profesional itu mahal.

Jadi bagaimana, nih. Masih mau percaya sama mitos-mitos desain logo perusahaan diatas?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »