Pengen Jadi Desainer Grafis? Ketahui 5 Hal Ini

Apakah Anda memutuskan unuk menjadi seorang Desainer Grafis (Graphic Designer) sebagai karirmu kelak? Atau berharap bahwa dengan itu Anda bisa menjadi seorang freelancer dengan jumlah orderan yang penghasilannya bisa menopang kebutuhanmu setiap hari? Maka ada banyak hal yang perlu Anda ketahui sebelum benar-benar mengambil keputusan tersebut.

Hal-hal yang terkadang tidak diajarkan di sekolah desain maupun di berbagai tempat pelatihan.

5 hal yang harus diketahui sebelum menjadi seorang desainer grafis

Menjadi desainer grafis

Untuk mengetahui seperti apa bekerja di dunia kreatif, saya telah menyiapkan 5 hal terkait sebelum Anda benar-benar masuk dan berkarir di bidang tersebut.

Apa yang akan disampaikan nanti, bisa Anda jadikan sebagai bahan untuk mempersiapkan diri agar kualifikasi yang dibutuhkan dari diri Anda sendiri terpenuhi bahkan melebihi ekspektasi dari industri kreatif yang Anda targetkan.

1. Baca buku-buku desain sebanyak mungkin


Saya paham bahwa dunia internet menyajikan banyak informasi dalam dunia kita. Kita bisa bebas mengaksesnya dengan mudah karena hanya dibutuhkan gadget dan koneksi internet saja.

Namun, mendapatkan referensi dari buku juga tidak kalah pentingnya. Terutama dalam memahami dasar-dasar desain, sejarah dan perkembangannya serta segala hal tentangnya.

Jika Anda ingin menghasilkan uang dari desain atau mendapatkan kesempatan yang sama dengan yang lain, maka perbanyaklah referensi. Setelah itu, mulailah untuk mempraktekkannya.

Ketika Anda telah mengetahui dasar-dasarnya, Anda pun bisa untuk mengabaikannya jika memang diperlukan. Tentu Anda akan melakukannya dengan tepat. Dan untuk mencapainya, Anda membutuhkan banyak referensi, terutama dalam bentuk buku yang memang secara khusus dihadirkan secara tidak sembarangan karena harus melewati proses penyuntingan yang terkadang memakan waktu yang lama.

2. Latih diri Anda sesering mungkin


Setelah mengumpulkan banyak referensi dan memahaminya, Anda tidak bisa berhenti begitu saja dan berteori kesana-kemari. Anda tidak butuh diakui sebagai orang yang cerdas dalam dunia desain, namun sebagai desainer grafis yang memiliki karya yang bisa secara tepat disetujui oleh klien meskipun dengan beberapa revisi yang sifatnya minor.

Karena itu, dibutuhkan “jam terbang” yang tidak sebentar. Mungkin akan membutuhkan waktu hingga ribuan jam dan ratusan gelas kopi yang dihabiskan.

Praktekkan apa yang sudah Anda pelajari!

Entah akan melakukannya secara manual menggunakan pensil diatas kertas, maupun menggunakan berbagai aplikasi yang bisa di-install di laptop atau PC.

Baca juga: Apa Itu Tipografi Dalam Desain Grafis Serta Manfaatnya

Seseorang yang saya lupa namanya mengatakan: “Practice makes perfect.” Itulah yang menjadi tujuan utama selanjutnya untuk menghasilkan desain yang bermutu tinggi.

3. Lakukan juga eksperimen secara terus-menerus


Seorang desainer grafis tidak dilahirkan hanya dalam waktu semalam. Butuh bertahun-tahun untuk bisa benar-benar menghasilan karya yang Anda sendiri bisa takjub dengan apa yang baru saja Anda rancang.

Yang perlu dipahami adalah, Anda mungkin tahu beberapa trik dalam mengoperasikan Adobe Illustrator atau mungkin COrelDraw, namun itu tidaklah cukup.

Anda harus mampu membuat desain sendiri, melakukan eksperimen terhadap hal-hal baru yang bisa menambah nilai pada industri yang membutuhkan keahlianmu.

4. Ciptakan keunikan pada setiap desain yang Anda kerjakan


Ada banyak cara yang dipublikasikan mengenai bagaimana menghasilkan sebuah desain yang unik dan bisa terlihat sangat berbeda dengan yang lainnya. Salah satunya adalah dengan sering-sering melakukan kunjungan wisata.

Setiap daerah memiliki budaya dan keseniannya masing-masing, dan dengan mengunjunginya langsung, Anda mungkin akan menemukan banyak inspirasi.

Ini juga bisa dimanfaatkan sebagai langkah eksperimen pada poin diatas, yaitu dengan melibatkan budaya sebagai salah satu elemen dari desain yang Anda ciptakan.

Kita tahu bersama bahwa di Indonesia sangat banyak budaya dari berbagai suku bangsa yang bisa dipelajari. Dengan itu, Anda juga mungkin akan memiliki identitas tersendiri dari setiap desain yang dihasilkan.

Desain terbaik tidak hanya datang dari pola pikir dan alur kerja desain yang tepat, namun juga pola pikir tentang manusia itu sendiri yang mampu diterjemahkan dalam versi desain.

5. Perbanyaklah mendengar apa yang dikatakan klien


Anda adalah jembatan untuk memenuhi kebutuhan klien akan desain. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mendengar lebih banyak informasi yang mereka katakan sejak awal hingga masa-masa revisi.

Anda sepenuhnya tidak akan menjadi patung yang hanya bisa mendengar saja, karena harus tahu juga kapan bisa mulai membuka percakapan.

Rekomendasi: 7 Mitos Desain Logo Perusahaan yang Masih Kamu Percaya

Intinya, jadilah orang baik yang diharapkan oleh klien. Meskipun Anda memahami banyak hal tentang desain, bukan berarti bahwa Anda berhak untuk memaksakan pendapat. Kecuali jika Anda ingin membuat klien pergi secepat kilat karena tidak menemukan jalan tengah atas permasalahannya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »