5 Alasan Kenapa Desain Brosur Anda Biasa-Biasa Saja

Hampir setiap hari kita melihat sebaran brosur dimana-mana. Mulai dari restoran dan hotel sampai ketika kita menunggu lampu merah berganti hijau pun sesekali kita jumpai.

Tapi, tahu tidak bahwa uang yang sudah Anda keluarkan untuk membuat brosur itu hingga mempekerjakan pihak lain untuk menyebarkannya, bisa jadi tidak begitu efektif yang salah satunya disebabkan karena desainnya yang tidak istimewa? Biasa-biasa saja.

Munculnya jasa desain brosur bukan hanya karena banyak yang tidak paham bagaimana membuat brosur menggunakan software tertentu seperti Photoshop, CorelDraw atau mungkin Adobe Illustrator. Tapi bisa jadi karena banyak yang tidak begitu mengerti bagaimana membuat brosur menjadi lebih efektif lagi.

Alih-alih menjejali desain brosur dengan begitu banyak informasi yang terkadang tidak penting, Anda kemungkinan besar telah mengeluarkan uang untuk pembuatan brosur yang justru dibuang oleh konsumen dengan begitu cepatnya.

Terkadang, ketika saya diberi brosur di lampu merah, saya tetap mengambilnya karena merasa sungkan dengan pemberinya. Bukan benar-benar penasaran dengan informasinya. Ada sedikit rasa empati ketika melihat saudara-saudara kita bekerja di tempat yang dipenuhi polusi kendaraan.

Terkadang, brosurnya dibaca sebentar hanya untuk melihat apa informasinya. Setelah jalan, baru deh cari tempat sampah atau meninggalkannya di bagian depan motor.

Jika Anda sebagai pemilik bisnis dan mengetahui hal ini, tentu brosur tersebut menjadi tidak efektif sama sekali, bukan? Setidaknya Anda gagal meyakinkan saya. Persoalan kenapa saya tetap mengambilnya, itu urusan lain.

Terkadang juga ada informasi yang membingungkan dan sebagainya dalam sebuah brosur. Padahal dalam hal mendesain (merancang), tidak sekedar tampil keren namun juga kontennya harus mampu "menyihir" si pembaca brosur.

Baik tampilan akhir brosur maupun kontennya, itu adalah bagian dari bagaimana kita membuat desain yang lebih efektif lagi. Dan, salah satu caranya agar informasi yang ingin Anda sampaikan lewat media brosur menjadi lebih baik lagi adalah dengan membuat desain brosur se-terbaik mungkin.

Bukan sebaliknya!

Lalu, apa sebenarnya alasan mengapa desain brosur Anda bisa tampil biasa-biasa saja dan bagimana Anda bisa mengetahuinya?

Tulisan ini tidak hanya ditujukan bagi seorang penyedia jasa desain brosur namun juga sangat bisa untuk diketahui oleh Anda (klien) karena tidak harus menguasai software khusus untuk bisa memahaminya.

Membuat desain brosur terbaik adalah tugas seorang desainer grafis namun bagaimana hasil akhirnya nanti adalah keputusan Anda sebagai seorang klien apakah akan melakukan revisi atau langsung memutuskan bahwa pekerjaan mendesain telah benar-benar selesai.

Karena itu bagi kedua pihak tersebut, akan saya infomasikan bagaimana menilai sebuah desain brosur apakah biasa-biasa saja atau tidak. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah selanjutnya untuk melakukan langkah perbaikan.

1. Sering membuat brosur yang hanya terdiri dari satu warna

Dalam dunia percetakan, cetak satu warna yang dimaksudkan sebenarnya adalah hasil cetak desain yang terdiri dari 2 warna.

Misalnya hitam dan putih, atau putih dan merah. Itu disebut satu warna karena media kertas yang digunakan kan biasanya berwarna putih dan desainnya mengandung hanya warna hitam saja. Jadi tidak akan ada warna putih tambahan dalam menggunakan tinta karena media kertasnya sudah memiliki warna tersebut.

Jujur saja, menurut saya desain brosur dengan satu warna tersebut lebih cocok untuk brosur event konser metal daripada brosur warung makan yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman.

Melihat gambar makanan dan minuman dalam desain yang warna-warni, katakanlah memasukkan hasil fotografi sebagai salah satu elemen desainnya akan lebih menggugah selera dan menggiurkan dibanding yang satu warna saja.

Dengan begitu, mereka yang melihat brosur Anda akan bisa membayangkan dengan lebih jelas dalam kepalanya mengenai seberapa nikmat rasanya untuk makan dan minum di warung tersebut. Coba kalau 1 warna, masa memvisualisasikannya juga harus hitam putih.

Akhirnya selera pun hilang dan kemungkinan banyak yang akan tidak datang karena penawaran Anda menggunakan brosur tersebut tidak membuat orang lain membayangkan mengenai produk yang Anda tawarkan.

Dalam tulisan saya sebelumnya mengenai tips cara membuat brosur terbaik Anda, saya juga menekankan bagaimana pentingnya sebuah foto karena manusia adalah juga makhluk visual. Silahkan dibaca jika belum.

Oleh karena itu, gunakanlah foto dan juga warna desain yang bisa membuat orang lain dengan mudah membayangkan seberapa hebat penawaran Anda tersebut kepada mereka. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat desain brosur yang full color, bukan hanya 1 warna saja.

2. Tidak ada informasi yang mengejutkan bagi pihak penerima brosur

Katakanlah Anda menggunakan brosur untuk promosi usaha Anda. Misalnya, untuk menginformasikan bahwa toko Anda sedang melangsungkan diskon besar-besaran selama periode hari tertentu. Nah, Anda bisa menyampaikan itu sebagai judul utama dalam desain brosur Anda.

Namun tidak cukup dengan menyampaikannya saja, Anda juga harus membuatnya terlihat jelas dibanding informasi lainnya. Yaitu dengan cara menggunakan font yang beda, membuat ukurannya lebih besar dan warnanya yang beda dari judul lainnya dan seterusnya.

Buat desain brosur berisi promosi tersebut menjadi hal pertama yang dilihat oleh audiens Anda, bukan yang lainnya. Karena tujuan utama brosur Anda adalah menekankan pada promosi diskon yang sedang berlangsung, bukan yang lainnya.

Denga begitu, ketika informasi lainnya tidak diingat oleh pembaca brosur, besar kemungkinan bahwa yang ada di pikiran mereka hanyalah judul utama. Karena memang mereka hanya butuh informasi penawaran spesial tersebut sebagai informasi utama.

3. Tidak mengajak pembaca brosur untuk melakukan aksi yang Anda inginkan

Pada link mengenai tips membuat brosur diatas, saya sudah menjelaskan mengenai Call To Action, mengajak orang lain untuk dtang, beli, hadir pad suatu event dan sebagainya.

Jika desain brosur Anda seperti penawaran diskon pada poin sebelumnya, tidak cukup hanya menyampaikan mengenai diskon dan syaratnya saja, tapi masukkan juga ajakan agar mereka melakukan aksi yang Anda harapkan.

Jika Anda mengharapkan mereka untuk datang atau menuju situs dan melakukan pembelian, maka ketikkan informasi tersebut di desain brosur Anda.

Sesederhana menulis: Beli Sekarang Juga!!!

Jangan sepelekan hal ini! Manusia jika tidak disuruh ya banyak yang gak bakalan beli ketimbang yang beli. Pengumuman kerja bakti saja langsung mengajak masyarakat untuk datang. Masa di brosur usaha Anda tidak.

4. Tidak kreatif dan juga tidak unik

Kalau memang Anda tidak bisa membuat brosur sendiri namun cukup mampu untuk menyewa jasa pihak lain, mending pakai jasa saja.

Salah satu manfaat menyewa jasa desainer grafis untuk brosur Anda adalah mampu memenuhi kebutuhan Anda untuk membuat desain brosur yang kreatif dan juga unik. Biar brosur Anda beda dan tidak tampil biasa-biasa saja.

Dulu, sempat viral desain undangan yang mirip banget dengan tampilan Facebook dan ada juga undangan pernikahan yang mirip seperti SIM kendaraan bermotor. Nah, lakukan hal itu juga pada brosur Anda.

Lumayan kan kalau brosur Anda difoto dan diupload di media sosial pembaca Anda. Bisa jadi dengan itu, usaha Anda makin terkenal lagi. Apalagi dipromosikan gratis begitu. Tadinya Anda mungkin hanya membuat ratusan brosur, tapi karena unik, akhirnya ribuan atau jutaan orang bisa melihatnya secara online karena sangat kreatif dan juga unik.

Desain brosur Anda tidak harus seperti SIM atau Facebook, silahkan pikirkan atau tanyakan langsung pada desainer grafisnya jika Anda menggunakan jasa pihak lain. Kalau Anda bisa melakukannya sendiri, silahkan dicoba.

5. Tidak memanfaatkan desain brosur lebih jauh lagi

Jadi begini.

Anda kan sudah buat brosur nih. Bagaimana pun pasti akan mengeluarkan biaya. Sayangnya, efektivitas brosur itu sendiri jarang bisa Anda ukur.

Misalnya, dari 100 lembar brosur yang Anda sebar di pagi hari, berapa banyak yang benar-benar membeli produk Anda berdasarkan informasi dari brosur tersebut hingga toko Anda tutup hari itu.

Melalui desain brosur yang tepat, Anda bisa menghitung efektivitasnya. Misalnya dalam desainnya, Anda menginformasikan syarat bahwa jika yang berkunjung dan melakukan pembelian di toko membawa brosur tersebut pada hari itu juga, akan ada diskon tambahan.

Atau diskon tersebut hanya berlaku bagi pemegang brosur di hari yang sama.

Dengan begitu, Anda bisa menghitung berapa jumlah brosur yang sudah disebar dan berapa banyak yang benar-benar melakukan pembelian di hari itu juga atau mungkin untuk periode tertentu.

Jangan-jangan sudah mengeluarkan biaya untuk brosur dan juga gaji bagi yang menyebarkannya, tapi justru malah tidak efektif. Penjualan malah begitu-begitu saja padahal sudah diskon sana-sini.

Mungkin Anda akan berkata dalam hati bahwa:
"Tapi kan di masa depan bisa saja orang masih menyimpan brosurnya dan membeli produk di toko saya meskipun diskonnya tidak berlaku lagi. Setidaknya mereka tahu apa yang saya jual."
Di masa depan itu kapan ya? Berarti Anda membuat brosur bukan untuk mendapatkan banyak pembelian dalam waktu yang cukup cepat ya?

Artikel menarik: Cara Mudah dan Murah Cetak Brosur Usaha Kecil

Jika masih terdapat alasan lain kenapa sebuah desain brosur biasa-biasa saja hingga tidak begitu efektif untuk media pemasaran Anda, silahkan sampaikan lewat komentar. Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga kedepannya masih bisa kembali untuk menyajikan konten yang berguna bagi pembaca sekalian. Terima kasih. Silahkan bagikan artikel ini di media sosial Anda.

Komentar

Baca juga:

Ada Berapa Ukuran Standar Foto Polaroid?