Kenapa Brosur Anda Tidak Banyak yang Mengambilnya?

Mungkin, Anda berpikir bahwa brosur yang telah berhasil Anda cetak itu adalah yang terbaik. Tunggu saja sampai melihat berapa banyak konsumen yang mau mengambilnya. Dari sana, Anda bisa mengetahui apakah memang terbaik atau justru respon orang lain malah sebaliknya. Yaitu, tidak banyak pelanggan yang meliriknya, sebagaimana yang Anda harapkan.

Alasan brosur Anda tidak dilirik konsumen

Kecewa? Sudah pasti. Namanya juga sudah mengelurkan dana. Baik untuk membuat desain brosur hingga mencetaknya.

Bagaimana mungkin promosi produk Anda menggunakan media brosur tersebut sukses jika tidak banyak yang mengambilnya? Jangan-jangan, batas waktu promosi malah sudah lewat namun jumlah brosur Anda pun tidak berkurang secara signifikan.

Apa sebabnya?

5 alasan brosur Anda tidak banyak dilirik oleh konsumen

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "jangan menilai buku dari sampulnya." Merujuk pada sesuatu yang isinya bisa saja sangat luar biasa meskipun sampulnya terkesan tidak menarik sekalipun. Sayangnya, hal itu tidak berlaku dalam pembuatan desain brosur pada banyak kesempatan.

Karena kebanyakan pada prakteknya di dunia nyata, kita akan tertarik pada sesuatu yang benar-benar menarik secara visual. Bahkan cemilan dari kentang pun akan semakin dilirik karena memiliki kemasan yang menarik.

Begitu juga dengan brosur Anda. Jika Anda yakin bahwa informasi didalamnya begitu bermanfaat bagi konsumen, jangan biarkan informasi tersebut tidak diketahui karena desainnya yang biasa-biasa saja.

Sebelumnya, saya pernah membahas mengenai 5 alasan desain brosur Anda biasa-biasa saja, silahkan dibaca setelah Anda menyelesaikan artikel ini ya.

Berikut beberapa alasan kenapa jumlah konsumen yang mengambil brosur Anda sangatlah sedikit.

1. Desainnya biasa saja, apalagi bagian sampul depannya

Ingat sekali lagi, kesan pertama adalah hal penting yang harus Anda berikan dalam brosur Anda. Dan itu bisa dilakukan dengan membuat bagian depan brosur se-menarik mungkin. Semakin menarik, konsumen juga akan termotivasi untuk mendekati dan mengambilnya bahkan tanpa perlu Anda menawarkannya.

Biarkan bagian depan desain brosur tersebut yang melakukan komunikasi secara langsung pada pelanggan. Semakin menarik, konsumen akan tertarik dengan sendirinya mengenai informasi apa yang ada dalam brosur tersebut.

2. Disebar pada waktu dan lokasi yang tidak tepat

Sudahkah Anda tahu kapan saat yang tepat memakai brosur untuk bisnis Anda? Apalagi untuk keperluan promosi. Begitu juga dengan lokasi Anda akan menyebarkannya. Jangan melulu harus di tengah lampu merah. Karena hal itu akan sangat menggangu pengendara.

Bukannya kesan baik yang Anda dapat, justru pengendara malah menganggap brosur Anda sebagai sebuah gangguan.

Terkadang, orang akan tetap mengambil brosur tersebut. Bukan karena penasaran dengan penawarannya, namun agar yang membagikannya cepat-cepat pergi dari hadapan pengendara. Apakah cara tersebut efektif? Tentu jawabannya tidak, kan?

Jika perlu, silahkan Anda baca mengenai trik efektif sebar brosur bahkan tanpa harus keluar biaya (gratis).

3. Tidak ada faktor "wow" dalam desain yang ditampilkan

Faktor wow disini bisa bermakna banyak hal. Bisa saja terkait dengan poin pertama diatas, penawarannya kurang menggiurkan misalnya diskonnya kekecilan dan lain sebagainya.

Jika Anda membuat brosur untuk keperluan promosi, baiknya pikirkan dengan baik apakah penawaran yang Anda berikan benar-benar spesial atau sama dengan yang lainnya. Jangan-jangan malah biasa-biasa juga.

Jika tidak spesial, kan ngapain sampai harus dibuatkan brosur?

Tapi Anda juga harus bisa menahan diri. Jangan memberikan informasi yang terlihat sangat istimewa tapi pada kenyataannya justru sebaliknya. Itu bukan promosi, tapi pembohongan publik. Bisa-bisa reputasi bisnis Anda hancur hanya karena informasi dari brosur yang Anda buat.

4. Terlalu banyak halaman

Jangan kira bahwa brosur itu hanya selembar saja yang bisa dilipat berkali-kali. Bahkan ada yang membuatnya sampai belasan dan puluhan halaman. Karena itu, Anda juga harus tahu berapa jumlah halaman yang akan dibuat.

Jangan sampai Anda menganggapnya sebagai brosur, namun konsumen justru melihatnya seperti sebuah majalah atau mungkin booklet.

Brosur dengan jumlah halaman yang tidak berkesudahan akan sangat merepotkan untuk melihat penawaran mana yang menarik diantara promosi yang Anda langsungkan. Akan membingungkan. Jadi pastikan produk apa saja yang akan Anda masukkan, rencanakan jumlah halamannya serta mulai untuk mengkonsultasikan desainnya jika Anda tidak mampu membuatnya sendiri.

Sebagai inspirasi, silahkan baca: 30 Desain Brosur Unik dan Kreatif

5. Jika brosur Anda terlihat murahan, yakin banyak yang bakal mengambilnya?

Anda sudah membuat dan mendapatkan desain brosur terbaik, sudah tahu berapa banyak halamannya, kapan dimana akan menyebarkannya. Semua itu Anda lakukan adalah agar brosur Anda terlihat beda dan juga elegan dari pesaing bisnis Anda.

Dan juga agar konsumen tertarik untuk mengambil dan mengetahui lebih jauh mengenai penawaran atau promosi Anda.

Jangan berhenti disitu saja, rencanakan juga apakah Anda akan menggunakan jenis kertas tertentu atau ingin yang biasa saja. Meskipun akan ada banyak cara untuk mencetak brosur yang murah dengan mudah jika usaha Anda masih kecil, akan lebih efektif jika Anda mau membayar lebih sedikit untuk mendapatkan brosur dengan desain berkualitas tinggi, juga hasil cetak yang lebih baik.

Lebih baik menginvestasikan budget pada kualitas yang lebih baik daripada yang nantinya akan terlihat murahan. Sangat disayangkan saja jika promosi produknya sudah wah, tapi justru desain brosur dan kualitasnya tidak menunjukan hal yang sama. Kepercayaan akan semakin sulit didapatkan.

Semuanya tergantung Anda apakah akan mengikuti kelima saran diatas atau tidak, namun jika menurut Anda bahwa beberapa atau bahkan semua informasi diatas berguna, silahkan langsung dterapkan untuk pembuatan brosur Anda selanjutnya. Silahkan share artikel ini.

Komentar

Baca juga:

Ada Berapa Ukuran Standar Foto Polaroid?