10 Tips Membuat Desain Brosur Terbaik Anda

DesainSpot.com - Biasanya brosur bisa dengan mudah kita temukan pada banyak gedung dan pusat perkantoran yang kita datangi.

Entah itu kantor pemerintahan, terlebih lagi pada perusahaan hingga pertokoan. Jika Anda adalah seorang pengusaha, tentu keberadaan brosur bisa cukup membantu penyampaian produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Karena dengan membuat desain brosur yang tepat, Anda bisa secara singkat, jelas dan efektif menginformasikan mengenai penawaran Anda ke konsumen.

Desain brosur yang tepat akan secara efisien menyampaikan mengenai apa sebenarnya bisnis Anda dan bagaimana bisnis tersebut dapat membantu kebutuhan atau menyelesaikan permasalahan pelanggan Anda.

tips membuat desain brosur terbaik

Sebaliknya, jika brosur di desain secara asal-asalan hanya karena memiliki sedikit pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan software yang biasanya digunakan, bisa-bisa pelanggan Anda justru malah berakhir dengan beralih untuk menggunakan jasa atau produk pesaing Anda.

Membuat desain brosur terbaik bagi bisnis Anda mungkin akan dianggap tidak akan begitu berpengaruh besar terhadap bisnis, namun sekecil apapun dampaknya, ia tetap memiliki nilai yang dapat membantu citra bisnis Anda.

Oleh karena itu, banyak perusahaan-perusahaan besar rela menggunakan jasa desainer grafis profesional bahkan agensi dalam pembuatan brosurnya.

Nah, jika perusahaan besar saja dengan berbagai sumber daya manusia yang cerdas dan berpengalaman melakukan itu bahkan memiliki tim desain sendiri, bukankah ternyata bagi perusahaan—keberadaan desain brosur ternyata justru penting untuk berbagai tujuan yang ingin dicapai?!

Brosur tidak lagi hanya sekedar selebaran pelengkap diatas meja administrasi peusahaan bagi sebuah bisnis, namun kehadirannya memang dibutuhkan untuk menyampaikan berbagai informasi baik mengenai perusahaan itu sendiri, event yang pernah dan akan diselenggarakan, promosi produk dan jasa dan lain sebagainya.

Baca juga: 30 Desain Brosur Unik dan Kreatif Ini Pengen Banget Rasanya Dikoleksi

Meskipun desain brosur terkadang hanya selembar atau sampai 3 lipatan dan bahkan lebih, jika Anda bisa membuatnya dengan baik, maka kampanye informasi yang Anda lakukan bisa tersampaikan secara efektif. Dan yang penting juga adalah tentunya bisa dicetak dengan harga yang sangat terjangkau mengingat manfaatnya yang begitu besar.

Memangnya, seberapa penting membuat desain brosur terbaik bagi bisnis atau kegiatan Anda?

Pada penjelasan diatas, saya yakin bahwa Anda sudah menangkap beberapa poin penting mengenai manfaat desain brosur yang profesional. Namun, mungkin masih akan ada yang ragu dan bahkan menganggapnya tidak begitu dibutuhkan.

Pada dasarnya, semua tergantung kebutuhan Anda mengenai penggunaan brosur. Anda harus bisa memutuskan apakah benar-benar akan menggunakannya atau tidak. Jangan-jangan justru malah tidak efektif sementara pembuatannya juga setidaknya membutuhkan modal, meskipun masih dalam taraf murah.

Mungkin, masih ada yang menganggap bahwa membuat sebuah brosur apalagi hingga menyewa jasa desainer grafis itu tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Dimana segala sesuatu bisa kita informasikan secara online. Semua serba digital!

Namun, coba Anda bayangkan skenario berikut ini yang bisa jadi, juga merupakan hal yang Anda alami dalam keseharian.

Bayangkan berapa banyak informasi online yang Anda konsumsi dan berapa banyak diantaranya yang benar-benar Anda ingat dengan baik? Sedihnya lagi, informasi yang bahkan kita anggap penting pun bisa dengan mudah kita lupakan. Yakin mau menyimpan informasi tersebut di bookmark browser Anda? Apa Anda bisa selalu melakukan itu setiap saat?

Informasi digital memang bisa kita akses setiap saat, sayangnya faktor lupa dan berbagai banyak hal selalu mengalihkan perhatian pikiran kita. Otak kita dilapisi terlalu banyak informasi hingga sesuatu yang penting bisa terpendam oleh berbagai hal remeh-temeh lainnya.

Sekarang, bayangkan diri Anda sendiri sebagai seorang konsumen yang memegang sebuah brosur. Anda mengambilnya karena beranggapan akan ada informasi penting yang Anda dapatkan dari brosur tersebut. Entah itu profil perusahaan, nomor kontak atau email yang bisa dihubungi, situs resminya, dan lain sebagainya.

Jika Anda tidak dapat membaca keseluruhan informasi dalam brosur tersebut saat ini, tapi karena Anda menganggapnya penting, maka kemungkinan besar Anda akan menaruhnya di dalam tas dan berencana akan membacanya ketika sampai di rumah nanti.

Dan Anda tidak akan dipusingkan lagi mengenai bagaimana cara mengakses informasi yang tertera. Tinggal buka tas dan baca kembali brosurnya.

Selesai.

Setelah itu tergantung Anda apakah akan membuangnya ke tempat sampah atau memilih untuk menyimpannya dengan harapan akan membacanya kembali suatu saat ketika diperlukan.

Sejak awal, Anda sudah menganggap bahwa keberadaan brosur itu penting dimana Anda berlaku sebagai konsumen, karena itu Anda bersedia mengambil dan menaruhnya di dalam tas. Sebagai seorang pebisnis, bukankah Anda akan menganggap bahwa ternyata konsumen bisa begitu terbantu dengan adanya brosur yang Anda buat!?

Coba perhatikan atau ingat kembali setiap pameran yang pernah Anda kunjungi sebelumnya, bukankah hampir setiap orang yang keluar masuk gedung kebanyakan akan membawa pulang brosur dari berbagai stand bisnis atau perusahaan?

Kepentingan Anda adalah menyiapkannya, mengenai itu akan dibuang sesaat keluar dari pameran atau tidak, tidak perlu Anda pikirkan. Konsumen selalu membawa pulang apa yang dianggapnya penting, apalagi jika ia menanyakannya dan memintanya secara langsung.

Kunjungi: 10 Tempat Cetak Brosur di Bali yang Terpercaya

Sejak awal, tugas Anda sebagai pebisnis hanya satu, yaitu bagaimana menyajikan hasil media cetak dari desain brosur terbaik untuk usaha Anda. Untuk itu, Anda membutuhkan seorang desainer grafis yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut jika Anda belum mampu melakukannya sendiri.

Baik Anda sebagai seorang pengusaha maupun penyedia jasa desain brosur, silahkan perhatikan beberapa tips dibawah ini untuk membuat desain yang tidak hanya keren namun juga efektif dalam menyampaikan informasi penting tentang sebuah bisnis.

Bagi pebisnis, tips ini tentunya akan membantu dalam mendapatkan hasil desain brosur terbaik bagi bisnis Anda atau dalam melakukan revisi desain. Dan bagi seorang desainer grafis, tentunya bermanfaat agar hasil desainnya benar-benar sesuai dengan yang dibuthkan oleh pihak klien.

Tips untuk membuat dan mendapatkan desain brosur terbaik

Seberapa penting membuat dan mendapatkan desain brosur bisnis terbaik?

Ingat dengan baik beberapa poin penting ini, yaitu bahwa desain brosur terbaik menurut saya adalah yang mampu untuk mendidik pembacanya (konsumen) dengan berbagai kombinasi elemen grafis seperti teks serta jenis font yang digunakan maupun penggunaan tanda, simbol, penempatan dan ukuran logo perusahaan, komposisi desain, penggunaan warna dan sebagainya.

Juga mampu untuk menyampaikan citra, kredibilitas dan otoritas sebuah perusahaan untuk mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan (trust) dari konsumen.

Dan bahkan secara eksplisit (tersembunyi) mampu meyakinkan pelanggan untuk melakukan suatu tindakan tertentu seperti membeli lebih banyak lagi, berlanganan lebih lama, atau tindakan apapun yang Anda inginkan.

Oleh karena itu, bagi desainer grafis—tentunya hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembuatan desain brosur terbaik bagi brand perusahaan Anda. Tidak mengherankan bahwa harga jasa yang ditawarkan pun bisa membuat Anda cukup terkejut. Meskipun, saya yakin bahwa Anda selalu memiliki cara untuk mendapatkan desain yang cukup terjangkau.

Berikut beberapa tips bagi Anda untuk membuat dan mendapatkan desain brosur yang efektif bagi bisnis yang sedang atau akan Anda jalankan kedepannya.

1. Sebelum memulai, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa tujuan utama pembuatan desain brosur tersebut

Tentukan tujuan pembuatan desain brosur

Pada dasarnya, klien terkadang hanya membutuhkan satu tujuan atau hasil dari brosur yang ingin dibuatnya. Namun, terkadang masih cukup enggan dan kadang cukup sulit untuk menyampaikannya kepada Anda sehingga informasi yang Anda dapatkan terkesan samar, tidak lengkap dan cukup membingungkan.

Oleh karena itu, cobalah mengambil inisiatif untuk bertanya lebih dahulu mengenai apa yang mendasari klien tersebut ingin membuat brosur.

Kemudian baru dilanjutkan dengan memberitahu klien secara langsung untuk menginformasikan kepada Anda mengenai tujuan yang sebelumnya sudah mereka tetapkan atau targetkan. Apa harapan-harapan yang mereka bayangkan di kepala dari sebuah desain sehingga harus menggunakan jasa Anda?

Buat mereka mengungkapkannya secara mudah karena mereka juga datang dengan berbagai permasalahan yang ada. Untuk tahap awal ini, Anda sangat disarankan menjadi seorang penanya dan juga pendengar yang baik dalam waktu yang hampir bersamaan.

Untuk membuat desain yang efektif, sangatlah penting mengetahui apa tujuan yang ingin dicapai. Karena dengan itu, proses pembuatan desain akan mengarah ke hasil yang dibutuhkan.

Bagaimana pun juga, desain brosur dengan tujuan untuk mempromosikan produk atau jasa pasti akan terlihat sangat berbeda dengan yang memiliki tujuan untuk suatu kegiatan sosial perusahaan. Karena berbagai elemen grafis yang digunakan dalam prosesnya pun tidak akan banyak memiliki kesamaan.

Maka dari itu, kumpulkan sebanyak mungkin informasi dalam waktu yang singkat saat pertemuan tersebut atau ketika klien menanyakannya lewat email dan komunikasi via telepon. Supaya Anda juga bisa berpikir cepat mengenai material desain apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana konsepnya.

Desain brosur adalah juga bagian dari desain komunikasi visual. Jadi, semua elemen grafis yang nantinya akan Anda tampilkan dalam brosur tersebut secara langsung berbicara kepada audiens klien baik itu konsumen atau pelanggan, masyarakat umum secara luas dan sebagainya.

Ketika ada yang bertanya mengenai apa hal penting lainnya dari sebuah desain, sampaikan bahwa itu adalah salah satu cara "berbicara" secara visual tanpa harus membuka mulut Anda dan berada di hadapan orang lain. Itulah salah satu sisi efektivitas yang dimilikinya.

2. Ketahui kepada siapa desain brosur tersebut akan disebarkan

"Jika sebuah bisnis memiliki target pasar, maka desain pun memiliki target yang serupa."
Mengetahui siapa yang akan membaca desain brosur

Sayangnya, sepertinya masih banyak yang tidak menyadari hal ini. Bahkan, baik pengusaha yang membutuhkan jasa desain dan juga desainer grafis, kemungkinan sering luput dari pembicaraan mengenai topik ini.

Anda sudah tahu bahwa brosur adalah salah satu media atau alat komunikasi, karena itu, penting untuk mengetahui siapa yang menjadi orang pertama hingga terakhir yang Anda harapkan akan membacanya. Sebab itulah target utama pasar Anda.

Dengan mengetahui kepada siapa desain brosur tersebut diperuntukkan, hasil yang didapatkan pun akan tepat sasaran. Bagaimana jika target pasar Anda adalah orang kantoran dengan lingkungan kerja yang terkesan kaku dan juga formal? Disisi lain, penggunaan bahasa yang digunakan justru malah sebaliknya.

Bukankah dengan begitu maka brosur yang sudah Anda keluarkan modal untuk membuatnya menjadi tidak begitu efektif lagi?

Atau misalnya ketika produk Anda menargetkan anak sekolahan setingkat SMP hingga SMA, bukankah akan lebih baik jika desain brosurnya tampak lebih ceria dengan berbagai paduan warna yang tepat, penggunaan bahasa yang sesuai serta berbagai elemen grafis lainnya yang juga menyesuaikan perilaku dari rentang umur tersebut?

Ketika sebuah desain secara umum mampu mewakili perilaku target pasar suatu bisnis, maka desain tersebut juga akan menjadi lebih efektif lagi.

Sebab apa?

Anak sekolahan tersebut sadar atau tidak akan berpikir bahwa brosur tersebut memang untuk mereka, bukan orang yang jauh lebih tua atau lebih muda dibawahnya.

Begitu juga dengan pekerja kantoran dimana mereka tidak akan menganggap bahwa brosur tersebut menyinggung perasaan karena tidak banyak diantara rekan-rekan mereka yang sifatnya alay ala anak-anak sekolahan.

3. Buatlah desain brosur yang tampil unik, kreatif, original dan juga representatif

Cara membuat desain brosur unik, kreatif, original dan representatif

Jika Anda membutuhkan desain brosur yang cepat dan juga murah, jangan pernah menyesal bahwa hasil yang akan Anda dapatkan itu sepertinya sudah pernah Anda lihat sebelumnya. Hanya ada sedikit perbedaan saja, namun secara keseluruhan terlihat seolah sama dari yang sudah-sudah.

Mungkin terlihat kreatif, tapi desain tersebut kemudian tidak benar-benar unik karena sama dengan yang sudah ada.

Anda kemudian mendapatkan hasil yang tidak membuat bisnis Anda tampil berbeda dengan kompetitor. Bahkan, jangan-jangan pesaing bisnis Anda bisa lebih bagus hasilnya.

Desain brosur yang Anda dapatkan juga tidak benar-benar merepresentasikan bisnis yang dengan susah payah Anda miliki.

Alih-alih mencari seorang desainer grafis, mending Anda buat saja sendiri. Sejelek apapun hasilnya. Daripada bisnis Anda hanya diangap sebagai hasil contekan oleh pihak lain, termasuk pelanggan Anda. Tidak menutup kemungkinan, hal itu bisa merusak reputasi yang sudah Anda bangun.

Meskipun itu hanyalah sebuah brosur, jika Anda menganggapnya penting, maka investasi untuk memberikan waktu kepada desainer grafis agar berpikir dan mengumpulkan ide harus juga dipertimbangkan.

Dan desainer grafis juga harus berani menanyakan mengenai deadline projek tersebut bahkan meminta tambahan waktu jika memang diperlukan.

Yang sangat disayangkan, banyak bertebaran secara online mengenai jasa desain yang begitu murah dengan harga yang akan membuat Anda seolah beruntung untuk menggunakan jasa tersebut.

Ok-lah murah dan terkadang tampak profesional. Saya pun tidak menafikkan hal itu. Namun pertanyaannya, sejauh mana Anda akan berharap bahwa hasil desain dengan harga 50 ribu atau 100 ribuan itu akan memberikan hasil yang benar-benar efektif?

Tentunya, harga desain yang murah sudah jelas-jelas diperuntukkan bagi skala bisnis kecil-kecilan. Memberikan mereka kesempatan untuk mulai memikirkan branding dan mungkin promosi dengan harga yang terjangkau.

Bagaimana jangka panjangnya?

Karena itu, berinvestasilah pada desain yang unik, original, kreatif dan representatif bagi perusahaan Anda atau klien Anda. Desain yang dapat dengan mudah dikenali, memiliki poin sebagai pembeda dengan yang  sudah ada dan mampu menarik perhatian bagi yang melihatnya.

Terkadang, bahkan ketika kita tidak tertarik sekalipun terhadap suatu hal, namun karena desainnya menarik—entah karena kreatifitasnya, keunikan tipografinya, penggunaan warnanya yang menonjol, atau hal lainnya, kita menjadi tergerak untuk mendekatinya dan membaca informasi yang ada didalamnya.

Sebagai contoh, pernah ke toko buku untuk membeli buku yang Anda ingin baca? Namun, ketika berjalan melewati salah satu atau beberapa rak, tiba-tiba terhenti karena melihat salah satu buku yang desainnya menarik.

Katakanlah warnanya cukup mencolok dibanding buku lainnya di rak yang sama. Anda kemudian tergerak untuk melihat dan mulai membaca judul serta sinopsisnya. Bisa jadi, Anda juga akan pulang dengan membeli buku tersebut.

Atau ketika Anda baru akan keluar dari Bank. Sesaat sebelum melewati pintu keluar yang dijaga oleh security, langkah Anda tiba-tiba terhenti karena melihat brosur berwarna oranye mentereng mengenai program investasi di bank.

Padahal secara logika, Anda bisa saja sudah tahu bahwa modal Anda tidak ada untuk investasi tersebut. Namun mau bagaimana lagi, Anda tetap membawa brosur tersebut pulang.

Begitulah salah satu cara kerja sebuah desain mengenai bagaimana ia bisa menjadi lebih efektif untuk bisnis Anda.

Meskipun itu hanyalah sampul buku atau selembar brosur investasi tanpa lipatan, namun secara umum dalam penerapannya terkait dengan desain brosur Anda, seperti itulah yang Anda butuhkan. Yaitu menjadi terlihat menonjol meskipun dijejerkan bersamaan dengan brosur lain yang merupakan pesaing Anda sekalipun.

Oh ya, di pameran biasanya akan ada stand bisnis yang akan kehabisan brosur dan juga yang kelebihan. Yang kelebihan brosur ini bisa jadi karena memang desainnya tidak menarik sehingga berkurang juga kepercayaan dari pihak pengunjung.

Bisa jadi loh ya.

4. Hati-hati loh dalam menggunakan font dan juga informasi dalam bentuk teks secara berlebihan!

Hari ini masih ada gak sih bisnis yang menggunakan font Comic Sans untuk promosi produk atau jasanya? Atau mungkin Arial dan Times New Roman? Aduh, ampun deh!

Kalau orang awam yang baru mulai belajar, masih saya maklumi. Tapi jika sudah ngaku-ngaku desainer grafis, ingin rasanya saya berkata kasar 😅

Jadi gini! Mari berbicara mengenai brosur yang hanya terdiri dari satu lembar saja (tanpa lipatan). Ini untuk contoh saja namun juga berlaku untuk desain brosur yang dicetak menjadi beberapa lipatan.

Brosur dalam kategori "selembar doang" itu bagaimana pun juga memiliki struktur yang harus kita atur. Terlebih yang berkaitan dengan penggunaan tipografi untuk informasi dalam bentuk teks. Dan harus diakui bahwa desain brosur kebanyakan (sepertinya loh ya) yang sering kita jumpai di Indonesia tercinta ini ya pasti teksnya disana-sini. Semua ruang desain seolah harus dipenuhi dengan teks.

Mungkin efisien karena menganggap bahwa bidang atau ruang desain dimanfaatkan secara maksimal. Secara kuantitas, mungkin iya. Namun pada praktiknya kebanyakan, tidak secara kualitas. Karena kualitaslah yang akan menentukan mengenai efektif tidaknya sebuah desain.

Struktur teks sendiri biasanya akan kita jumpai terdiri atas 3 bagian berdasarkan ruang yang digunakan yaitu bagian depan brosur, belakang, dan juga "body" atau tubuh media yang digunakan.

Pada bagian depan, tentunya yaitu judul utama, headerheading, headline, tagline atau apapun Anda menyebutnya, biasanya akan tampak lebih menonjol teksnya baik karena jenis font yang digunakan, warna, efek maupun ukuran teksnya.

Pada bagian depan, biasanya judul utama akan berisi informasi utama mengenai jualan atau bisnis Anda, promosi yang sedang berlangsung atau apapun yang paling penting.

Begitu juga pada bagian belakang yang berisi sub-judul atau sub-headline meskipun tidak se-menonjol pada bagian depan dan juga informasi yang berbeda. Biasanya bagian belakang akan berisi informasi tentang kontak, alamat dan sebagainya.

Kemudian ada bagian body yang merupakan bidang atau halaman bagian dalam setelah judul utama yang biasanya akan berbicara lebih jauh mengenai penawaran bisnis Anda. Bisa berupa daftar minuman atau makanan jika usaha Anda bergerak di bidang kuliner beserta harganya atau mungkin persyaratan khusus untuk mendapatkan promosi tertentu.

Dari ketiga struktur tersebut, sangat disarankan untuk menggunakan jenis font yang berbeda dengan bagian isi atau body dari desain Anda. Dan, tentunya jangan hanya menggunakan font yang pasaran saja. Bedakan antara menulis laporan dengan memasukkan informasi teks dalam desain brosur!

Salah satu hal yang melatarbelakanginya adalah agar desain Anda tidak terlihat seragam semuanya. Keseragaman terkadang akan menimbulkan kesan kaku dari sebuah desain. Tidak fleksibel, dingin, tidak komunikatif dan juga terkadang melelahkan mata bagi yang membacanya.

Desain brosur Anda harus benar-benar terlihat ramah dan menyenangkan, bukan malah melelahkan. Kecuali jika Anda ingin brosur tersebut berakhir di tempat sampah dalam waktu yang singkat.

Namun, batasi juga untuk tidak terlalu over-kreatif. Nanti malah brosurnya seperti ajang kompetisi mana font yang terbaik. Cukup gunakan 2 jenis font sebagai awal. Font utama pada bagian judul dan pelengkapnya pada bagian isi atau body. Selebihnya, bisa Anda kembangkan sendiri. Dan selalu ingat untuk menerapkan tipografi yang sederhana.

Sederhana disini bukan seperti percintaan Anda yang apa adanya, tapi justru harus yang ada apanya. Yaitu sesuatu yang tidak berlebihan namun bisa memberikan kesan yang "wah."

Sebagai gambaran, jika Anda menanyakan mengenai bagusan mana antara Arial dan Times New Roman, mungkin saya akan memberikan alternatif lain yaitu Helvetica. Coba saja dulu.

Yang penting; mudah terbaca, tidak kaku, tidak terlalu umum sekali karena harus unik dan terlihat elegan serta tidak berlebihan.

Begitu pula pada warna yang akan digunakan nanti, harus tetap harmonis! Terapkan warna font yang nantinya mudah terbaca dengan memperhatikan warna latar desain. Font dengan warna gelap (tua) yang menonjol selalu serasi jika warna background-nya terang. begitu juga sebaliknya.

Dengan menerapkan penggunaan font dan aplikasi tipografi yang tepat, kemampuan dari desain brosur Anda juga akan dengan mudah dipahami secara langsung mengenai apa inti dari pesan yang disampaikan.

Dan Anda memang harus ingat bahwa yang akan Anda buat itu adalah brosur, bukan buku. Jadi, pastikan bahwa pesannya tersampaikan dengan baik dalam ruang yang terbatas. Maka, fokuslah pada sajian informasi yang penting-penting saja untuk pelanggan Anda denga cara yang mudah dipahami.

5. Fokus pada penekanan pesan yang kuat dalam penggunaan kata atau kalimat di judul

Pada struktur bagian depan diatas, kita membahas tentang judul utama. Jika font, warna, efek dan lain sebagainya sudah sesuai, pastikan bahwa pesan utama dari penawaran bisnis Anda itu menggunakan kalimat yang persuasif atau mampu menarik perhatian pembaca disaat pertama kali melihatnya.

Judul utama dari desain brosur Anda sudah harus menggambarkan isi keseluruhan mengenai penawaran bisnis Anda.

Karena itu, pada bagian body yang saya jelaskan diatas, saya menganggapnya sebagai informasi tambahan lain atau pelengkap dari penawaran utama. Tetap ada, namun bagian utamanya yang terpenting adalah judul.

Sangat sedikit bahkan jarang yang mencetak brosur dengan tujuan utama hanya untuk meningkatkan brand sebuah perusahaan kecuali dalam bentuk company profile.

Berbeda jauh dengan penggunaan majalah yang bisa sangat efektif. Karena itu, kebanyakan penggunaannya adalah untuk menyampaikan tentang penawaran dan promosi produk atau jasa. Bukan mengenai perusahaan itu sendiri.

Jadi, kalau boleh saran nih: Jangan bumbui judul utama dengan informasi perusahaan Anda! Tapi langsung berbicara mengenai penawaran apa yang bisa memberikan manfaat bagi pelanggan potensial yang menjadi target pasar usaha tersebut.

Informasi dasar mengenai perusahaan bisa tetap dimasukkan dalam desain brosur Anda, tapi usahakan untuk tidak memaksakannya sebagai bagian dari judul utama.

6. Ajak pembaca brosur untuk melakukan tindakan yang Anda inginkan, terapkan Call-To-Action (CTA)

Jangan berharap bahwa meskipun desain brosur Anda sudah bagus, keren, terbaik di kelasnya (apaan sih), maka secara otomatis pembacanya akan mampu mengetahui apa yang sebenarnya Anda inginkan dari mereka tanpa Anda memberitahukan apa yang harus mereka lakukan.

Tidak seperti itu, tuan!

Manusia itu suka khilaf, juga suka lupa jika tidak diingatkan. Dan, banyak juga yang belum bisa memahami kode-kode abstrak yang Anda terapkan dalam desain brosur tersebut. Dan agar bisa lebih efektif lagi dalam mencapai tujuan pembuatan brosur, gerakkan mereka dengan mengatakan langsung mengenai apa manjadi tujuan Anda.

Jika Anda ingin agar produk Anda laku, beritahu lewat desain brosur bahwa mereka harus: Beli Hari Ini Juga! Atau gunakan kalimat relevan lainnya. Atau jika produk tersebut hanya ada promo besar-besaran hari ini saja, tambahkan juga mengenai faktor kelangkaan tersebut dalam desain brosur Anda.

Manfaatkan keterbatasan waktu promo, besaran diskon yang diberikan dan lain sebagainya untuk memberikan ketakutan psikologis bahwa seolah-olah mereka akan merasa rugi jika melewatkan penawaran tersebut. Dan, sampaikan itu dengan jelas!

Jangan sekali-kali berharap bahwa hanya karena desain brosur Anda terbaik se-kecamatan, maka orang-orang pasti juga akan tertarik dengan usaha Anda.

Oleh karena itu, beri mereka kemudahan dengan memberitahukannya secara terbuka. Supaya pesan utamanya tidak perlu diraba-raba lagi, tidak perlu dipikirkan lagi oleh pembaca.

Anda harus memberikan dukungan pada para pembaca brosur untuk melakukan tindakan melalui kalimat ajakan atau perintah seperti salah satu contoh diatas. Dengan harapan bahwa dari sekian banyak yang membacanya, akan ada sekian persen yang terpengaruh dan benar-benar mau membeli atau mencoba apa yang Anda tawarkan.

Karena Anda mengajak mereka untuk melakukan itu.

Call to action secara bahasa bisa Anda maknai sebagai sebuah panggilan atau ajakan kepada pihak lain untuk melakukan suatu tindakan yang Anda inginkan.

7. Gunakan kombinasi warna yang sesuai

Pada poin sebelumnya, saya juga sudah menjelaskan mengenai penggunaan warna namun hanya terbatas pada penerapannya dalam penggunaan font saja. Kali ini, kombinasi warna yang akan dibahas meskipun cukup singkat adalah dominasi warna pada keseluruhan bidang desain brosur Anda.

Kita tahu bersama bahwa dalam dunia desain grafis, akan mengenal adanya 3 jenis warna yaitu warna utama (primer), sekunder dan juga tersier. Namun untuk saat ini, saya tidak akan fokus menjelaskan berbagai perbedaannya.

Tapi lebih kepada kombinasi warna apa yang sesuai untuk diaplikasikan pada desain brosur bisnis Anda atau klien jasa desain grafis Anda sendiri.

Untuk mengetahui kombinasi warna ini, Anda bisa mengetahuinya dari logo perusahaan, seragam atau aksesoris lainnya jika memang ada, warna bangunan dominan (interior atau eksterior) perusahaan itu sendiri, atau bahkan informasi mengenai bisnis tersebut bergerak di bidang apa. Dan sebenarnya masih banyak lagi.

Sebagai contoh. Bisnis perkebunan kebanyakan selalu identik dengan warna hijau sebagai representasi dari daun atau warna hijau lainnya yang tumbuh di alam.

Kuning dan merah sering kita saksikan mewarnai bisnis perminyakan dan gas bumi, bahkan juga mewabah ke kuliner. Satu atau beberapa warna tersebut dapat menjadi acuan penggunaan warna dalam desain brosur klien atau perusahaan Anda.

Penerapan warna dalam desain brosur terbaik

Setidaknya, dengan berbagai informasi yang ada, Anda sudah menyelesaikan satu langkah yaitu dalam menentukan warna utama (primer) yang akan mendominasi baik itu sebagai background maupun perpaduannya dengan elemen grafis lainnya seperti foto, ikon dan sebagainya.

Saya tidak tahu apakah Google membuat brosur untuk bisnisnya atau tidak dan juga belum pernah mencari tahu bagaimana wujud brosurnya jika memang ada. Tapi coba perhatikan warna logo dan tulisan Google ketika membuka mesin pencari raksasa tersebut.

Kemudian, coba cari gambar mengenai warna dan nuansa interior dalam gedung pusatnya di Amerika. Hasilnya? Keceriaan dan semangat dari warna-warni di logo tersebut pun tampak jelas nampak pada banyak ruangan bangunannya.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah, Anda bisa melakukan hal yang sama terkait dengan penerapan warna dalam desain brosur Anda agar lebih representatif lagi dan juga lebih mudah dikenali dengan berbagai informasi dasar dari perusahaan.

Kecuali jika memang klien dari jasa desain Anda atau mungkin perusahaan Anda menginginkan untuk tampil super ekstrim dengan merombak segala sesuatu yang berhubungan tersebut. Dan itu butuh keputusan yang matang.

Namun jika tidak, maka Anda tidak perlu pusing-pusing lagi untuk memikirkan kombinasi warna apa yang akan digunakan. Cukup dengan memanfaatkan yang sudah ada saja. Karena itu, sub-judul poin ini saya sebut "sesuai" bukan sebagai kombinasi warna yang "tepat."

Dalam konteks ini, warna yang sesuai justru bisa menjadi pilihan yang tepat untuk desain brosur tersebut 😂 Padahal cuma alasan saja. Tapi mau bagaimana lagi. Hahahaha.

Tapi, jujur ya. Menemukan kombinasi warna yang tepat itu cukup dan terkadang sangat menantang. Masing-masing kita menyukai dan juga memberikan respon yang berbeda terhadap suatu warna. Apalagi pelanggan yang begitu beragam. Bahkan, terkadang antara desainer grafis dan klien saja bisa cukup lama memutuskannya.

Karena itu, saya berikan alternatif sebagai jalan tengah bagi Anda yang mungkin belum tahu atau lupa. Supaya pekerjaan Anda juga bisa dengan mudah diselesaikan. Caranya ya seperti diatas.

Kuntungannya bagi perusahaan, tentu semakin menegaskan kembali identitas dari perusahaan itu sendiri.

8. Jangan lupakan gambar atau foto sebagai salah satu elemen desain dalam brosur. Gunakan foto yang relevan dan juga pantas

Sebagai penduduk Indonesia, kita tentunya hidup dimana kondisi sosial keseharian kita diikat dengan yang namanya budaya dengan berbagai standar kesopanannya. Antara daerah yang satu dan yang lainnya bahkan memiliki budaya yang berbeda meskipun berjarak tidak terlalu berjauhan.

Namun untuk hal ini, sepertinya masing-masing kita sudah sepakat bahwa seolah ada kesepakatan tidak tertulis mengenai bagaimana kita akan mengambil sikap dan menerjemahkannya dalam sebuah desain.

Sebuah kampanye berisi foto yang terlalu mengumbar aurat, kulit atau eksploitasi bagian sensitif manusia tertentu secara berlebihan (terlalu mendominasi) dibandingkan bagian yang tertutup, tentu tidak akan begitu pantas jika berupa selebaran bisnis jual-beli komputer.

Namun akan cukup dimaklumi jika produknya adalah pakaian dalam meskipun Anda juga harus tetap hati-hati dan memiliki lebih dari satu pertimbangan dalam melakukannya.

Desain brosur tanpa foto akan terasa sempurna sebagai selebaran yang membosankan meskipun sebenarnya ada cara mengakalinya dengan menghadirkan berbagai elemen lainnya. Tentunya, hal ini membutuhkan kreativitas Anda.

Salah satu pentingnya foto dalam sebuah desain brosur adalah karena kebanyakan kita (manusia) yang juga merupakan makhluk visual. Kehadiran foto akan membuat brosur terlihat lebih menyenangkan dan juga menampilkan hal yang riil sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Hal itu yang terkadang tidak bisa ditawarkan oleh pesan dalam bentuk teks atau tulisan. Berbeda dengan foto yang bisa memiliki ribuan makna.

Oleh karena itu, gunakanlah gambar yang relevan agar penyampaian pesan dalam desain brosur bisa lebih bermakna lagi. Jika memang diperlukan, siapkan saja budget Anda untuk melakukan pemotretan secara khusus dengan menggunakan jasa fotografer yang profesional.

9. Permudah pembaca desain brosur dengan menyediakan berbagai kontak bisnis secara lengkap

Sebagaimana yang sering saya ungkap diatas bahwa brosur hanyalah sebuah media, alat untuk menyampaikan pesan penting tentang produk atau jasa Anda. Sebagus apapun, sekeren apapun, Anda tetap harus menyiapkan beberapa kontak resmi mengenai bagaimana mereka akan menghubungi Anda.

Meskipun juga sekedar 1 nomor WhatsApp, itu akan lebih baik dibanding tidak ada sama sekali.

Ngapain juga sebarin brosur tapi tidak bisa mengontak Anda. Ini merupakan salah satu bagian bagaimana Anda melakukan checklist terhadap desain brosur yang sudah jadi maupun salah satu material desain yang harus disiapkan.

Pastikan dengan baik bahwa nama usaha, situs resminya, email, kontak aplikasi pengirim pesan, hingga akun media sosial bisnis bahkan jika ruang desain memungkinkan untuk menginformasikan alamat kantor beserta petanya dengan baik bagi pembaca.

Dalam penulisan nomor telepon, jika ada beberapa yang diinformasikan, akan lebih baik untuk menampilkannya secara seragam atau sama pada bagian tertentu. Misalnya penulisan nomor seperti 0812 dengan +62 812. Pilih salah satu format saja dan jangan dikombinasikan dengan format yang satunya lagi supaya tidak tampak membingungkan.

Untuk kasus tersebut, menyeragamkan format penulisan bisa dimaklumi bahkan sangat disarankan.

Pertimbangkan juga dalam menampilkan berbagai kontak tersebut apakah akan mewakili jenis kontak tertentu dengan sebuah ikon atau tidak. Misalnya kontak email apakah akan menggunakan ikon berupa gambar amplop atau cukup dengan menuliskannya saja. Kalau memang ada kondisi dimana Anda harus memasukkan keduanya, silahkan disesuaikan.

Selain pembaca akan terbantu untuk menghubungi Anda, berbagai informasi kontak bisnis juga bisa membuat tingkat kepercayaan pembaca menjadi lebih besar lagi.

10. Hadirkan beberapa opsi desain brosur untuk untuk kampanye yang sama

Opsi desain untuk material informasi yang sama

Seringkali, saya menemukan beberapa variasi desain untuk kampanye yang sama di perguruan tinggi dan juga perbankan. Program yang sama ditawarkan dalam 2 atau 3 tampilan desain brosur yang berbeda.

Selain akan tampil unik dan variatif, ini juga merupakan salah satu bentuk ujicoba mengenai desain mana yang paling efektif (misalnya paling banyak diambil/diminta). Dari sana, Anda bisa kemudian merencanakan bagaimana desain brosur Anda kedepannya.

Terkadang, meskipun Anda sudah menganggap bahwa tampilan brosur sudah sangat profesional, bisa jadi bahwa respon konsumen justru malah sebaliknya. Biasa saja atau tidak ada hal spesial bagi mereka dalam melihatnya.

Kebanyakan, kita hanya fokus pada satu desain saja tanpa ada pertimbangan menggunakan beberapa variasi selain karena faktor harga dalam proses pembuatan desain dan juga pencetakannya.

Jika memang modal Anda cukup atau setidaknya dianggap tidak kemahalan dan masih cukup terjangkau, silahkan tampilkan lebih dari 1 opsi desain. Kemungkinan besar Anda akan tahu desain brosur mana yang lebih efektif dan diminati oleh konsumen.

Segala sesuatunya tidak harus selalu tampil sama, apalagi ketika menggunakan media cetak konvensional dalam bentuk brosur sebagai salah satu alat pemasaran (marketing) bisnis Anda. Meskipun konten (informasi) didalamnya akan sama persis, namun akan memberikan opsi bagi pelanggan untuk memilih mana yang terbaik bagi mereka.

Salah satu alasan lain kenapa contoh desain brosur Anda harus profesional dan memukau adalah agar bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Tidak kemudian diambil dan beberapa menit kemudian berakhir di tong sampah.

Desain sebuah brosur harus benar-benar bernilai karena Anda akan mengeluarkan modal dalam pembuatannya. Dan harus ada sesuatu yang istimewa dari desain tersebut sehingga bisa memberikan nilai tambah dan juga pantas untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Secara keseluruhan, 10 tips cara membuat dan mendapatkan desain brosur terbaik diatas adalah beberapa hal penting yang bisa Anda jadikan pedoman agar menyajikan konten media cetak dengan berbagai tujuan, terutama untuk mempromosikan bisnis atau kegiatan Anda kedepannya.

Dalam prakteknya, karena adanya berbagai jenis produk dan jasa, bisa saja Anda tidak harus mengkombinasikan seluruh poin yang ada dan bisa saja ada yang terlewatkan untuk dibahas. Oleh karena itu, perhatikan dengan baik mengenai kebutuhan Anda sendiri dalam mengakomodirnya dalam bentuk desain sebuah brosur.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait pembahasan desain brosur diatas atau ide lainnya yang bisa membantu pebisnis dan juga desainer grafis, silahkan sampaikan lewat komentar dibawah ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini di Facebook atau Twitter Anda.

Sumber gambar: Victor Xok dan Free Vector Art by Vecteezy!

Komentar

Baca juga: