Bisnis Cetak Brosur, Apakah Masih Menjanjikan?

DesainSpot.com - Pernah menginap di hotel dan tidak menemukan satu lembar brosur pun? Atau apakah kebanyakan kampus di Indonesia saat ini tidak lagi menggunakan selebaran untuk promosi suatu jurusan? Bagaimana dengan berbagai bisnis yang ada di sekitar Anda?

Rata-rata, meskipun dunia pemasaran online berkembang terus selama hampir 2 dekade terakhir, banyak dunia usaha yang masih menggunakan brosur sebagai salah satu media promosi maupun pemasarannya.

Dan, bukankah ini juga berarti bahwa bisnis cetak brosur itu masih akan tetap dibutuhkan? Entah sampai kapan, namun untuk beberapa tahun kedepan rasa-rasanya masih sulit untuk ditinggalkan.

Ada beberapa alasan kenapa hal itu bisa terjadi dan masih tetap bisa berpeluang sebagai jenis usaha yang menggiurkan terutama di Indonesia.

Seberapa prospketif bisnis cetak brosur?

Alasan pertama adalah karena tidak semua wilayah di Indonesia itu sudah bisa mengakses internet dengan mudah.

Jangankan internet, jaringan telepon saja masih banyak yang belum terjangkau sehingga hal ini menjadi salah satu kelemahan pemasaran digital yang ada di tanah air ini.

Oleh karena itu, media promosi dan pemasaran konvensional dalam bentuk brosur atau flyer dan selebaran kertas lainnya masih akan dibutuhkan.

Dan kalaupun semua daerah sudah memiliki jaringan internet yang bagus, tidak berarti bahwa hal itu juga bisa serta-merta menjadikan brosur menjadi sesuatu yang harus ditinggalkan.

Amerika dan Eropa yang sudah maju saja masih tetap memanfaatkan brosur untuk berbagai kebutuhan, apalagi Indonesia.

Hal tersebut juga bisa secara otomatis menjadi jawaban atas keraguan mengenai efektif tidaknya penyebaran brosur untuk berbagi kepentingan termasuk bisnis dan lain sebagainya.

Kedua, menurut saya bisnis cetak brosur ini tidak hanya membutuhkan modal yang sedikit. Namun juga keuntunganya relatif cukup besar.

Maksud saya begini.

Anda bisa mendapatkan profit baik dari setiap lembaran brosur yang dicetak, maupun ketika memutuskan untuk membuat paket cetak tertentu misalnya tiap kelipatan 50 atau 100 lembar, Anda sudah menentukan berapa besaran keuntungan minimal dan maksimalnya.

Tidak heran, banyak situs cetak brosur online ini yang menawarkan hal tersebut dimana biaya ditentukan oleh seberapa banyak lembaran kertas yang harus dicetak nantinya.

Alasan ketiga adalah Anda bisa memberikan servis tambahan berupa layanan desain brosur jika Anda memiliki kemampuan dalam menggunakan software seperti Adobe Photoshop atau CorelDraw.

Bahkan meskipun Anda tidak begitu memiliki sense of art dalam membuat desain yang apik, tetap saja tawarkan dan Anda kemudian bisa menyewa jasa desainer online dengan harga yang murah.

Jadi seolah-olah, bisnis Anda itu memiliki beberapa layanan dan tidak hanya fokus mencetak saja.

Keempat, pasar bagi bisnis percetakan semacam ini luas banget. Sama dengan yang saya contohkan diatas. Anda mau menarget pasar pemerintahan, institusi pendidikan, bisnis pariwisata, event atau acara dan masih banyak lagi.

Hal ini menjadi salah satu kekuatan bisnis percetakan brosur dimana tingkat permintaan bisa datang dari mana saja.

Yang perlu Anda lakukan adalah bagaimana menjangkau luasnya pasar tersebut sehingga layanan Anda bisa tetap mendapatkan konsumen.

Alasan terakhir atau yang kelima yang ada dalam pikiran saya adalah, resiko kerugian dari bisnis ini tidak begitu besar.

Hal tersebut memang bersifat relatif juga. Namun, kalaupun bisnis tidak berjalan sesuai dengan target yang sudah Anda tetapkan, printer-nya masih bisa Anda gunakan untuk hal lain, laptop juga gak mungkin dibuang kan? Dan kertasnya juga pasti deh bakal kepake entah untuk kebutuhan apa.

Asal tidak dimakan rayap saja sehingga rusak.

Pada akhirnya, semua keputusan ada di tangan Anda apakah akan menjadikan bisnis cetak brosur ini sebagai usaha yang menjanjikan atau tidak. Bagaimana?

Komentar

Baca juga: