Featured Post

Tutorial Efek Foto Glitch - VHS di Photoshop

Stop Gunakan Flatten Image di Photoshop, Kenapa?

Fitur Flatten Image di Photoshop berfungsi untuk menggabungkan semua layer beserta keseluruhan efeknya menjadi hanya 1 layer saja.

Jadi, misalkan anda bekerja untuk mengedit foto hingga memiliki banyak layer didalam dokumen yang sama, maka semua layer yang ada tersebut benar-benar digabung dan disatukan menjadi layer tunggal saja.

Persoalannya adalah, ketika kita merasa bahwa pekerjaan pengeditan tersebut telah berakhir, terkadang tidak benar-benar berakhir seperti yang kita harapkan.

Alasan untuk tidak menggunakan Flatten Image di Photoshop

Selalu ada yang perlu kita ubah lagi.

Apalagi jika mengerjakan desain untuk keperluan klien dengan berbagai permintaan revisi, maka sudah barang tentu layer yang ada harus bisa kita edit jika tidak ingin bekerja dari awal lagi.

Sebagai contoh, berikut saya tampilkan gambar layer dalam 1 projek yang sudah pada tahap akhir baik yang memiliki banyak layer maupun yang sudah menggunakan fitur Flatten Image ini.

Hasil akhir penggunaan Flatten Image di Photoshop

Coba bayangkan jika projek diatas ternyata perlu perbaikan minor atau bahkan dalam skala besar karena tidak sesuai dengan keinginan klien.

Pasti repot kan kalau bekerja di layer yang sudah digabung menggunakan Flatten Image?

Dengan menggunakan Flatten Image, maka semua layer yang ada sebelumnya pun akan hilang (karena sudah digabung menjadi 1 saja).

Memang masih bisa dengan menggunakan fungsi Undo untuk kembali ke pengaturan layer sebelumnya ketika dokumen Photoshopnya belum di-save dan ditutup.

Tapi sepertinya hal itu sudah ditakdirkan untuk merepotkan pengguna bukan?

Masa harus klik Ctrl + Z (Undo) secara berulang-ulang dan terus-menerus? Kapan selesai pekerjaannya kalau seperti itu.

Disisi lain, ada alternatif yang lebih baik dimana kita masih tetap bisa mendapatkan hasil akhir dokumen yang semua layer dan pengaturan efeknya tetap ada. Misalkan dengan menggunakan Merge Layer di Photoshop maupun dengan merubah format layer menjadi Smart Object Layer.

Kapan saat yang tepat menggunakan Flatten Image?

Jika anda bekerja pada dokumen Photoshop dan benar-benar sudah selesai tanpa diperlukan lagi adanya perubahan tambahan atau pengaturan ulang efek tertentu, maka penggunaan Flatten Image ini bisa anda gunakan.

Tapi kalau dipikir kembali, kenapa tidak langsung simpan projeknya saja langsung tanpa perlu menggabungkan semua layer yang ada, kan?

Atau bisa juga dengan menyimpan dokumen Photoshop kedalam berbagai format yang diinginkan.

Jadi, seolah Flatten Image ini sebenarnya tidak benar-benar diperlukan karena ada alternatif cara lainnya yang lebih baik untuk menggabungkan semua layer tanpa khawatir jika akan ada perubahan pengaturan baru pada bagian layer tertentu karena semua layernya masih bisa diakses dengan baik.

Dan jika dipikir kembali, penggunaan Flatten Image ini memang merupakan cara melakukan pengeditan secara destruktif atau merusak karena akan menghilangkan semua layer yang pernah dibuat dalam 1 dokumen sehingga tidak bisa diedit kembali.

Layer hasil Flatten Image sulit untuk diedit

Selain karena pemula, saya sendiri belum tahu dengan pasti apa sebenarnya manfaat yang lebih baik dari Flatten Image ini. Atau, jangan-jangan memang bisa dianggap sebagai fitur gagal karena memiliki manfaat yang lebih sedikit?

Entahlah.

Oleh karena itu, akan lebih baik untuk menggunakan dua alternatif lainnya ketika akan mengabungkan layer, yaitu:
  1. Merubah layer menjadi Smart Object.
  2. Menggunakan fitur Merge Layer.
Berikut gambar perbandingan jika menggunakan kedua laternatif penggabungan layer diatas.

Alternatif penggunaan Flatten Image di Photoshop

Ke-2 alternatif diatas akan memberikan hasil yang lebih baik dan juga masih bisa dilakukan pengeditan ulang terhadap layer lainnya jika ada yang harus ditambahkan atau dikurangi dan bahkan jika ada yang harus dihilangkan.

Comments