Apa Itu Smart Objects di Photoshop?

Sudah sejak lama, Photoshop telah dikenal sebagai software pengeditan foto dan juga pembuatan berbagai desain yang selalu berusaha agar penggunanya tidak kehilangan kualitas atas karyanya.

Salah satu bukti dari pernyataan saya tersebut adalah fitur (alat) yang dihadirkan yaitu ketika bekerja menggunakan layer yang telah dikonversi (diubah) menjadi Smart Objects.

Apa itu?

Apa itu Smart Objects di Photoshop

Pada dasarnya, ketika kita membuka foto di Photoshop ataupun hasil desain, maka secara otomatis gambar tersebut akan ditempatkan dalam sebuah "wadah" atau media yang bernama layer.

Rata-rata gambar yang kita kenal saat ini atau yang setidaknya sering diedit atau dibuat menggunakan Photoshop itu ada 2 yaitu gambar raster yang merupakan hasil fotografi menggunakan kamera dan juga gambar vektor seperti shape, teks, logo.

Pernah membuat desain menggunakan Adobe Illustrator atau CorelDraw? Itulah gambar vektor.

Perbedaan lain yang juga cukup mencolok adalah ketika kedua jenis gambar tersebut di-zoom. Kalau nge-zoom foto, biasanya pecah pada level tertentu. Sedangkan kalau vektor, biasanya baik-baik saja.

Lalu, apa hubungannya dengan Smart Objects dan juga layer yang ada di Photoshop?

Pertama, layer di Photoshop itu bisa diibaratkan sebagai jendela kaca yang berbingkai. Bagian bingkai yang solid (tidak transparan) akan membuat kita tidak bisa melihat apa objek dibaliknya.

Sedangkan, bagian kaca yang bening (transparan) akan memungkinkan kita untuk bisa melihat objek diluar jendela tersebut.

Artinya, jika layer pada Photoshop memiliki nilai Opacity dan juga Fill sebesar 100% (maksimal), maka elemen garfis dibalik (dibawah) layer tersebut tidak akan kelihatan.

Dan jika salah satu nilainya dikurangi misalnya menjadi 70% hingga 0% sebagai batas minimalnya, maka layer dibawahnya akan semakin jelas kelihatan.

Yang kedua adalah Smart Objects dimana layer jenis ini akan menjadi media terbaik untuk menggabung (menyatukan) lebih dari 1 layer apapun pengaturan yang diterapkan.

Baik itu vektor maupun gambar hasil kamera (raster).

Jadi, layer Smart Objects adalah layer yang berisi gabungan data dan property (pengaturan) gambar baik itu yang berjenis raster maupun vektor.

Penggabungan ini tidak hanya berguna untuk mengurangi jumlah tampilan layer jika terlalu banyak, namun juga membantu proses pengeditan (pekerjaan) secara non-destruktif (tidak merusak).

Non-destruktif itu seperti apa?

Misalnya begini. Kalian buka foto di Photoshop dan biasanya akan ditampilkan pada layer yang bernama Background.

Jika kalian akan merubah warna gambar tersebut dan juga menerapkan pengaturan misalnya filter Sharp untuk menajamkan foto, lalu menambahnya dengan warna gradasi dan lain sebagainya, maka kalian pasti tidak akan mengingat semua pengaturan yang baru saja diberikan.

Nilai sharpnya berapa, blurnya berapa dan sebagainya akan kelupaan.

Kalau mau diubah lagi, berarti harus Undo banyak kali donk?! Kan repot?!

Disisi lain, penggunaan Smart Objects itu justru tidak hanya menyimpan namun juga menampilkan pengaturannya sesuai dengan yang kalian seting sebelumnya dan masih bisa diubah lagi jika mau.

Lihat contoh berikut ini.

Cara menggunakan Smart Objects di Photoshop

Itulah yang namanya non-destruktif. Karena meskipun bekerja pada layer original (foto asli), kalian tetap bisa bisa menghapus proses dan pengaturan yang sudah diterapkan.

Hal ini juga akan sangat bermanfaat bagi pemula yang baru belajar Photoshop.

Contohnya gini. Kalian buka foto di Photoshop dan mengedit lalu menyimpannya dalam format PSD agar bisa diedit lagi nanti.

Tapi karena ketidak-tahuan, kalian juga akhirnya memutuskan untuk menghapus foto aslinya di laptop (PC) karena sudah ada file PSD yang juga berisi foto aslinya.

Memang tidak masalah. Tapi kalau file PSD-nya ternyata tidak menggunakan layer Smart Objects atau proses penyuntingan gambarnya merusak, hampir bisa dipastikan bahwa foto aslinya sudah tidak ada lagi, kan?

Contoh penggabungan layer yang juga merusak gambar asli itu adalah penggunaan fitur seperti Flatten Image dimana prosesnya adalah menyatukan semua layer menjadi 1.

Tapi, kita tidak bisa lagi mengakses layer yang sudah disatukan tersebut jika ada pengaturan yang ingin diubah.

Beda dengan Smart Objects yang juga bisa menyatukan semua layer, namun kita tetap bisa mengakses satu per satu layer atau objek yang digabungkan jika ada setingan yang ingin diubah.

Mengenai hal ini, sebelumnya sudah pernah saya bahas kok manfaat Smart Object di Photoshop itu apa saja.

Mungkin karena kemampuan tersebut kali ya hingga layernya pun akhirnya disebut dengan kata Smart (pintar)?!

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian atau apa itu Smart Objects. Mudah-mudahan paham ya.

Komentar

Baca juga: