Cara Buat dan Save Pattern di Photoshop

Pattern adalah gambar atau pola dengan bentuk yang berulang dan terusun rapi dengan jarak tertentu ketika digunakan di Photoshop. Kalian pun bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan menyimpannya untuk digunakan nanti sesuai kebutuhan dan itulah yang akan saya sampaikan caranya dalam panduan ini.

Contoh penggunaan Pattern yang akan dibuat dalam tutorial ini adalah sebagai berikut.

Cara membuat dan menyimpan Pattern di Photoshop

Hasil tersebut bisa digunakan untuk wallpaper laptop atau hp dan berbagai kebutuhan lainnya bahkan di dunia industri.

Pasti pernah lihat kaos dengan motif polkadot kan? Bagaimana dengan motif sarung atau batik? Rata-rata,, bukankah banyak yang coraknya berulang dan terusun dengan jarak tertentu yang konsisten? Secara umum, itulah apa yang disebut sebagai Pattern yang dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan istilah pola (motif).

Di Photoshop sendiri, Pattern bawaan (default) itu sudah disediakan.

Akan tetapi, tidak semuanya bisa memenuhi kebutuhan kita dalam men-desain motif karena terbatasnya Pattern yang tersedia.

Oleh karena itu, kita harus tahu cara membuatnya sendiri dan hasil akhirnya nanti kita sebut saja sebagai Custom Pattern atau Pattern yang kita buat sendiri dimana bentuk dan segala pengaturan lainnya berbeda dengan pola bawaan yang ada di Photoshop.

Cara membuat dan menyimpan Pattern di Photoshop

Sebagaimana contoh yang saya perlihatkan diatas, untuk membuat pola dengan bentuk berulang yang sama, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini hingga pada tahap menyimpannya (save) nanti.

1. Membuat dokumen baru khusus untuk Pattern

Ukuran dokumen baru untuk membuat Pattern di Photoshop

Disini, saya tidak menggunakan warna background atau dibuat transparan saja karena gambar latar tidak dibutuhkan supaya Pattern bisa diterapkan pada gambar apapun.

2. Membuat pola Pattern menggunakan Shape Tool

Membuat Pattern menggunakan Custom Shape Tool

Gunakan Custom Shape Tool dan pilih Shape berbentuk apapun. Saya menggunakan pola Diamond Card dalam panduan ini dengan ukuran 30 x 30 piksel untuk pola yang pertama.

Jika sudah, duplikat layer tersebut dan ubah ukuran pola kedua menjadi sama dengan ukuran dokumen.

Membuat pola Pattern yang kedua hasil duplikat layer pertama

Yang terakhir adalah membuat objek lingkaran menggunakan Ellipse Tool.

Membuat lingkaran dengan Ellipse Tool

Untuk ukuran objek lingkaran yang terakhir ini, disesuaikan saja. Yang penting memiliki jarak atau spasi dengan objek disekitarnya biar rapi. Setelah itu, jangan lupa untuk mengatur posisi objek agar rata tengah semuanya.

3. Merubah objek menjadi Pattern

Pola atau motif yang dibuat baru saja selesai. Tahap selanjutnya adalah bagaimana agar semua objek yang baru saja digambar tersebut menjadi Pattern.

Untuk itu, pilih menu Edit - Define Pattern. Kemudian beri nama Pattern tersebut. Terserah mau dikasih nama apa.

Mulai menyimpan objek sebagai Pattern di Photoshop

Pada langkah ini, secara otomatis Photoshop akan menyimpan Pattern yang baru dibuat pada Library atau media khusus penyimpanan Pattern. Namun jika Pattern tersebut akan dikirimkan ke teman misalnya, maka harus disimpan sebagai file yang bisa dibuka nantinya.

Namun, berikutnya kita tes dulu apakah Pattern tersebut sudah bisa digunakan atau tidak, atau mungkin ada yang harus diubah ukurannya atau bentuknya dan lain sebagainya.

4. Pengecekan: menggunakan Pattern yang baru saja dibuat

Buka foto apa saja atau buat dokumen baru dengan ukuran apapun. Setelah itu, gunakan Adjustment Layer dan pilih Pattern. Bisa juga melalui menu Layer - New Fill Layer - Pattern.

Menggunakan Pattern Fill pada layer

Hasilnya sudah sesuai? Lanjut ke proses penyimpanan Pattern agar bisa menjadi file yang bisa diakses atau dikirim kapan saja.

5. Menyimpan Pattern di Photoshop

Proses ke-4 diatas untuk mengetes juga bisa sekalian untuk membantu proses penyimpanan Pattern menjadi file. Untuk memulainya klik 2X pada thumbnail Pattern Fill dan ikuti tahap selanjutnya.

Cara menyimpan Pattern Photoshop

Sebagai alternatif lain, Pattern juga bisa diakses atau disimpan melalui fitur Blending Options. Namun untuk contoh dalam tutorial ini (gambar diatas), saya menggunakan adjustment layer khusus Pattern saja.

Silahkan gunakan cara apapun yang kalian rasa lebih mudah dan nyaman untuk dilakukan. Yang penting sudah jelas bahwa objek patternya telah berada di dalam Pattern Library.

Setelah memilih Preset Manager, pilih Pattern mana saja yang mau disimpan. Minimal 1 yang harus dipilih. Untuk memilih lebih dari 1 pattern, gunakan saja tombol Ctrl atau Shift pada keyboard. Setelah itu pilih Save Set dan tentukan nama serta lokasi folder penyimpanannya.

Memilih Pattern yang akan disimpan dengan format PAT

Pastikan bahwa Save as type atau format file yang dipilih adalah .PAT dimana itu adalah format file Pattern yang didukung oleh Photoshop.

Kalau ingin membuka Pattern tersebut dan memuatnya ke Photoshop yang kalian gunakan, pada Preset Manager diatas pilih Load.

Baca juga tutorial menarik ini: Cara Ganti Gambar Latar Foto di Photoshop

Tips tambahan:

Jika menggunakan Pattern pada foto dan objeknya terlihat pecah, samakan resolusi dokumen Pattern dan juga foto yang digunakan. Caranya, periksa resolusi foto melalui menu Image - Image Size. Setelah itu, buka dokumen tempat membuat Pattern dan pilih menu yang sama lalu ganti resolusinya.

Selesai.

Ada yang ingin ditanyakan mengenai cara membuat, menggunakan dan menyimpan Pattern di Photoshop ini? Silahkan gunakan Komentar di blog. Ayo, share!

Komentar

Baca juga: